Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 22:44 WIB

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Integrasikan Ribuan CCTV, Respons Darurat Ditarget Lebih Cepat

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai mengintegrasikan ribuan kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di berbagai titik strategis ibu kota. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat sistem pemantauan kota sekaligus mempercepat respons terhadap gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, hingga situasi darurat.

Kesepakatan integrasi CCTV ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 18/05/2026.

Pramono mengatakan Jakarta membutuhkan sistem pengelolaan kota berbasis teknologi dan data untuk mendukung transformasi menuju kota global. Menurut dia, pengawasan kota tidak lagi dapat dilakukan dengan pola konvensional.

“Jakarta saat ini sedang bertransformasi. Salah satu syarat kota global yang maju adalah memiliki sistem pengelolaan kota yang cerdas dan berbasis data,” kata Pramono.

Selama ini, kata dia, kamera pengawas di Jakarta masih dikelola secara terpisah oleh pemerintah daerah, kepolisian, maupun pihak swasta. Melalui integrasi tersebut, seluruh sistem akan diarahkan ke skema berbagi pakai agar pemantauan lebih efektif.

Pramono menilai integrasi CCTV akan membantu pemerintah daerah memantau mobilitas warga, mengendalikan lalu lintas, mengawasi titik rawan banjir dan genangan, serta memonitor pelayanan publik dan kebersihan kota. Di sisi lain, kepolisian dapat memanfaatkan sistem tersebut untuk mendeteksi gangguan keamanan, mendukung penegakan hukum, hingga mempercepat penyelidikan perkara.

“Ketika ada kejadian darurat, kita bisa langsung mengetahui dan mengambil tindakan secara bersama-sama,” ujarnya.

Foto Istimewa

Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menyebut integrasi CCTV menjadi kebutuhan penting bagi Jakarta yang menghadapi tantangan kepadatan lalu lintas dan gangguan ketertiban umum. Menurut dia, jumlah kamera pengawas yang besar tidak akan optimal bila berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga:  TMMD Ke-129 Kejar Infrastruktur Nagari Nan Tujuah, Satgas Kodim 0304/Agam Pasang Gorong-Gorong

“Ketika ada kejadian, informasi awal bisa lebih cepat diperoleh. Ketika ada gangguan ketertiban, lokasi bisa segera terpantau,” kata Asep.

Ia juga menekankan pentingnya standar operasional dan perlindungan privasi masyarakat dalam pemanfaatan CCTV. “Penggunaannya harus jelas, SOP-nya harus disiapkan, dan perlindungan privasi masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan hasil verifikasi awal menunjukkan terdapat 7.314 titik CCTV di area publik yang berpotensi diintegrasikan. Pada tahap awal, sebanyak 3.362 unit dapat dimanfaatkan oleh Polda Metro Jaya dan Polri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proses integrasi selesai pada akhir 2026. Adapun pada 2027 direncanakan penambahan 16.781 kamera pengawas baru sehingga total CCTV yang terhubung dalam sistem diproyeksikan mencapai 24.095 titik di seluruh Jakarta. (***)

Sumber berita Pres Rilis Diskominfo DKI Jakarta 

Share :

Baca Juga

Bukittinggi Sumatera

Lebih dari 60 Karangan Bunga Sambut Pelantikan Pengurus SMSI Kota Bukittinggi

Nasional

KWRI Sulteng : Karya Jurnalistik Bukan Tindak Pidana, Jangan Salah Gunakan KUHP

Nasional

Balita Gizi Buruk Dapatkan Perhatian Dari Pemerintah Daerah Buol

Jabodetabek

Pelatihan Frozen Food di Jakarta Timur Diikuti 100 Warga

Nasional

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. R. Eko Wahyu Prasetyo Diminta Perintahkan Kaplres Tangkap Pihak Yang Terlibat Tambang Ilegal 

Nasional

Wagub Jabar Sebut Kemacetan Cimahi Bisa Jadi Bencana, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Nasional

Jamdatun: Kerja Kejaksaan Jangan Seremonial

Nasional

AMKI Pusat dan Dubes Timor Leste Bahas Kolaborasi Budaya hingga Ekonomi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!