TINOMBALA.COM, Agam — Di tengah deru alat berat dan kesibukan prajurit TNI membangun infrastruktur melalui program TMMD Ke-129 di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, hadir pemandangan berbeda di halaman SDN 16. Deretan buku tersusun rapi di lapak baca, sementara sebuah mobil perpustakaan keliling menjadi pusat perhatian para siswa yang berebut memilih bacaan.
Langkah itu diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Agam sebagai bentuk dukungan terhadap TMMD yang tidak semata-mata membangun jalan, tetapi juga memperkuat fondasi sumber daya manusia melalui budaya literasi. Kepala Disarpus Agam, Rozalinda, S.H., M.Si., memimpin langsung kegiatan tersebut.
Bagi para siswa, kehadiran perpustakaan keliling menjadi pengalaman yang berbeda. Mereka bebas memilih buku cerita, pengetahuan, hingga bacaan edukatif yang selama ini tidak mudah dijangkau. Suasana sekolah pun berubah menjadi ruang belajar terbuka yang dipenuhi rasa ingin tahu.
Kolaborasi Disarpus dan Satgas TMMD menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup diukur dari panjang jalan yang dibuka atau jumlah bangunan yang didirikan. Literasi menjadi bagian penting dari upaya membangun desa yang berdaya saing, dengan membiasakan anak-anak membaca dan memperluas cakrawala pengetahuan mereka sejak dini.
Semangat itulah yang ingin dihadirkan dalam TMMD Ke-129. Di balik pembangunan fisik, program ini juga berupaya menanamkan investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas manusia. Lapak baca dan perpustakaan keliling menjadi simbol bahwa membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga menyiapkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan siap menghadapi masa depan. (Sari)
Editor : Linda Fang



















