Breaking News

Home / Sulsel

Senin, 7 September 2026 - 14:10 WIB

Sigajang Laleng Lipa: Ketika Harga Diri Dipertaruhkan dalam Satu Sarung

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM – Dua lelaki masuk ke dalam satu sarung. Badik terhunus. Dalam tradisi Bugis, Sigajang Laleng Lipa’ dikenal sebagai simbol pertaruhan siri’, atau harga diri.

Tradisi itu menggambarkan penyelesaian perselisihan ketika jalan musyawarah dianggap menemui kebuntuan. Dua pihak berhadapan dalam ruang sempit, di dalam satu sarung, dengan badik sebagai senjata.

Tak ada ruang untuk menghindar, keselamatan menjadi taruhan. Karena itu, Sigajang Laleng Lipa’ bukan sekadar gambaran keberanian, melainkan cermin kuatnya nilai siri’ dalam kebudayaan Bugis.

Namun, makna budaya tidak berhenti pada pertarungan. Sigajang Laleng Lipa’ mengingatkan bahwa harga diri, keberanian, dan tanggung jawab merupakan nilai yang harus dijaga, sementara konflik selalu membawa konsekuensi.

Di masa kini, warisan budaya itu dapat dibaca sebagai pesan untuk menjaga siri’ tanpa mengorbankan kehidupan. Kehormatan bukan tentang siapa yang mampu menjatuhkan lawan, melainkan siapa yang mampu menjaga martabat, menahan diri, dan menemukan jalan damai. (TB)

Baca Juga:  Debu Batu Bara Kepung Permukiman Fatufia, DPRD Morowali Desak Perusahaan dan Pemda Bertindak

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Usai Wisatawan Remaja Tewas di Apparalang, Terungkap Fakta yang Membuat Pemkab Bulukumba Bertindak Cepat

Sulsel

Dua Tahun Hilang, Mitha Pulang dari Dasar Jurang Morowali

Sulsel

Sitti Husniah Talenrang di Tengah Sorotan, Seberapa Kuat Dukungan Warga Gowa?

Morowali

Debu Batu Bara Kepung Permukiman Fatufia, DPRD Morowali Desak Perusahaan dan Pemda Bertindak
error: Konten ini dilindungi hak cipta!