TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Kongres V Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat digelar dengan agenda utama memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun database warga Sunda di Sumatera Barat. Kongres dibuka Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP., di UPTD Balai Pertanian Bukittinggi, Minggu 4 Oktober 2026.
Ketua PWS Bukittinggi, Rudi, mengatakan jumlah warga Sunda di Sumatera Barat selama ini baru berupa perkiraan, yakni sekitar 50 ribu hingga 70 ribu orang. Angka tersebut belum menjadi data resmi sehingga PWS mendorong pendataan yang lebih akurat.
” Melalui kongres ini kita ingin membuktikan berdasarkan data dan membangun database warga Sunda di Sumatera Barat,” kata Rudi.
PWS saat ini memiliki kepengurusan di 18 kabupaten dan kota. Sebanyak 15 daerah hadir dalam kongres. Konsolidasi juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi warga Sunda melalui kegiatan sosial, kesenian dan UMKM.
Rudi menegaskan PWS bukan organisasi eksklusif berdasarkan etnis. Paguyuban menjadi wadah silaturahmi dan kebersamaan dengan tetap menghormati masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ibnu Asis mengapresiasi kontribusi warga Sunda terhadap pembangunan Bukittinggi. Ia berharap keberadaan PWS bersama paguyuban lainnya semakin memperkuat kerukunan, toleransi dan perekonomian daerah.
” Kita berharap warga Sunda dan seluruh warga lainnya bisa semakin guyub, akur, toleran dan saling bersaudara,” ujarnya. (Sari)





















