Breaking News

Home / Bukittinggi Sumatera

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:19 WIB

Digerebek Usai Tarawih, Dugaan Perselingkuhan Gegerkan Warga Palupuh

Tinombala.com, Agam Sumbar — Suasana khusyuk Ramadan di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mendadak terusik setelah warga mengungkap dugaan perselingkuhan pada Kamis malam (26/02/2026) sekitar pukul 22.02 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok sawah kosong di kawasan pinggir perkampungan saat sebagian besar masyarakat tengah melaksanakan salat tarawih di masjid. Dua warga setempat berinisial MZR (56) dan RZ (35) diduga didapati sedang berduaan oleh sejumlah pemuda.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggerebekan dilakukan oleh lima pemuda setempat berinisial A (28), D (25), R (24), Y (23), dan F (22), setelah sebelumnya beredar isu di tengah masyarakat mengenai kedekatan keduanya. Malam itu, keduanya ditemukan berada di dalam pondok sawah yang jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat karena keduanya diketahui masih memiliki pasangan sah masing-masing.

Wali Jorong Batu Gadang berinisial F.H. saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak jorong langsung mengambil langkah persuasif guna meredam situasi agar tidak menimbulkan konflik sosial yang lebih luas.

“Benar, ada laporan dari pemuda terkait dugaan peristiwa tersebut. Kami di jorong berupaya menenangkan masyarakat serta mengedepankan penyelesaian secara adat dan kekeluargaan,” ujar F.H.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan karena terjadi di bulan suci Ramadan, saat masyarakat tengah meningkatkan ibadah dan menjaga nilai moral di lingkungan nagari.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga suasana kondusif. Persoalan ini akan disikapi secara bijak sesuai aturan adat, norma agama, dan musyawarah bersama unsur niniak mamak serta tokoh masyarakat,” tambahnya.

Sejumlah warga mengaku kabar mengenai kedekatan kedua individu tersebut memang telah beredar sebelumnya. Namun, baru pada malam itu dugaan tersebut disebut didapati langsung oleh para pemuda.

Baca Juga:  Tiga Satuan Fungsi Polresta Bukittinggi Turun Langsung, Hari Ke 16 Ramadan Bagikan 200 Paket Takjil

Informasi yang berkembang juga menyebutkan adanya upaya perdamaian di lokasi kejadian. Namun hal tersebut masih menjadi pembicaraan warga dan belum dapat dipastikan secara resmi.

Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat Nagari Koto Rantang. Warga menilai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga etika sosial, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan pengendalian diri dan peningkatan keimanan.

Pihak jorong mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan serta menyerahkan penyelesaian persoalan kepada unsur adat dan pemerintah nagari.(*/M)

Share :

Baca Juga

Bukittinggi Sumatera

Satlantas Bukittinggi Ingatkan Ancaman Longsor di Tengah Cuaca Ekstrem

Bukittinggi Sumatera

Mahasiswa KKN Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Perkuat Tata Kelola dan UMKM Nagari Sikucur

Bukittinggi Sumatera

Ganja di Tepi Ngarai Sianok, Pedagang Ditangkap Polisi

Bukittinggi Sumatera

SD Ini Borong Juara FLS3N dan O2SN, Siap Wakili Bukittinggi ke Tingkat Provinsi

Bukittinggi Sumatera

Rumah Putih Competition 2026 Ditabuh, Camat Ampek Nagari: Semoga Jadi Agenda Tahunan

Bukittinggi Sumatera

Mengapa Kegiatan 200 Mahasiswa PGMI UIN Batusangkar Ini Mendapat Apresiasi dari Pakar Pendidikan?

Bukittinggi Sumatera

147 Catatan untuk Balai Kota, DPRD Bukittinggi Soroti Sekolah, Rumah Sakit, hingga Jalan Gelap

Bukittinggi Sumatera

IPTU Efendi Resmi Jabat Kapolsek IV Angkek Candung
error: Konten ini dilindungi hak cipta!