Morowali, Tinombala.Com// Desa Buleleng – Tarete Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah adalah salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi terbesar di Morowali berupa terumbu karang dan spesies ikan, perairan ini menjadi rumah bagi berbagai kehidupan laut serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup Amirudin Mahmud di Morowali Menjelaskan Sabtu, 5 Juli 2025. Aktivitas penambangan nikel yang semakin meluas di wilayah ini mulai mengancam keseimbangan ekosistem laut dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar,” Kata Amirudin
Beberapa perusahaan tambang, yang diduga seperti PT TAS, PT BIMA, PT TRANSON , PT IJM, PT REHAN. Meski mendapatkan izin untuk beroperasi di Kecamatan Bungku Pesisir masyarakat adat yang merasakan dampak negatif aktivitas tambang ini, nampak kasak mata beberapa perusahan tambang merusak lingkungan hutan mangrove,” Ucap Amirudin Mahmud.
” Salah satu dampak dari penambangan nikel adalah sedimentasi, timbunan lumpur berlebihan yang terbawa air hujan ke laut. Lumpur ini sebagian sudah menutupi areal hutan mangrove, terumbu karang, menghalangi sinar matahari, dan menghambat proses fotosintesis yang penting bagi kelangsungan hidup karang.
Sebagian Hutan mangrove juga ikut musnah tidak lagi bisa mencegah intrusi air laut dan penyaring alami, padahal hutan mangrove ini bisa mencegah erosi dan abrasi pantai. Jika ini terus dibiarkan dampak negatif dari limbah tambang nikel merusak terumbu karang, ikan dan biota laut lainnya yang bergantung pada ekosistem ini,” Jelasnya.
Selain sedimentasi, terjadi pencemaran air akibat limbah tambang dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Limbah yang diduga mengandung logam berat seperti nikel dan bahan kimia berbahaya lainnya dapat mencemari perairan laut.
” Masa depan Morowali, Kecamatan Bungku Pesisir bergantung pada keputusan yang diambil. Jika aktivitas tambang terus berlangsung tanpa pengelolaan yang bijak, hutan mangrove dan ekosistem laut yang menjadi kekayaan tak ternilai ini bisa mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
Dia menambahkan, Oleh karena itu, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus dijaga agar Morowali tetap menjadi surga keanekaragaman hayati dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Amirudin berharap Pemerintah Sulawesi Tengah dalam hal ini Gubernur Sulteng diminta melakukan audit lingkungan lewat OPD Terkait di seluruh kawasan industri untuk mengidentifikasi pelanggaran lingkungan pencemaran air limbah.
” Ia juga mendesak Pemerintah pusat bisa bersinergi bersama pemerintah Sulawesi Tengah memberi sanksi kepada perusahaan yang terbukti melanggar hukum lingkungan, termasuk denda dan penghentian operasional sementara,” Ungkap Amirudin.
Dimintai keterangan pihak manajemen PT BIMA mengatakan secara umum yang bisa saya sampaikan untuk penanganan Limbah Air kami punya tailing pon, sebelum kelaut air limbah masuk Setling pon,” Ucapnya.
PT BIMA mempunyai berapa titik tailing pon. Hanya saya belum bisa memastikan titik mana yang bapak maksud,” maaf ya kami lagi sibuk ada mau perjalanan kesulawesi Tenggara di Lamona,” Ungkap Manajemen PT BIMA melalui Via telepon WhatsApp Sabtu, 5 Juli 2025
Selain itu Manajemen PT TAS di temui di kantornya melalui Security mengatakan maaf pak untuk pihak manajemen PT TAS belum bisa di temui mereka persiapan balik kantor karena ini sudah Soreh pak,” Ungkap Security
Hingga berita ini terbit belum ada tanggapan resmi dari manajemen perusahaan lainnya terkait penanganan limbah air pengolahan tambang nikel. Penggunaan area pembuangan tailing yang tidak berlisensi, berpotensi mencemari tanah dan air tanah (TIM)
















