Tinombala.com, Jakarta Barat – Suasana sore di Masjid Raya Nurul Hilal, Kapuk, Cengkareng, terasa lebih ramai dari biasanya, Kemarin dulu (20/02/2026). Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melanjutkan Safari Ramadan hari kedua di masjid itu. Jamaah duduk berderet, sebagian membawa anak-anak mereka, menunggu rangkaian acara yang tak hanya berisi sambutan, tapi juga bantuan dan ajakan refleksi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, hadir bersama jajaran mulai dari Asisten Kesejahteraan Rakyat, Wakil Camat Cengkareng, Lurah Kapuk, hingga perwakilan Baznas Bazis. Pemerintah menyerahkan lima kursi salat untuk operasional masjid, santunan bagi 10 anak yatim dan duafa masing-masing Rp 250 ribu, serta bantuan operasional masjid sebesar Rp 3 juta. Untuk berbuka, 150 cup kopi dari Kopi Difabis turut dibagikan, menambah hangat suasana.
Di hadapan jamaah, Iin melontarkan istilah yang mengundang senyum CIG, Cek Iman Gratis. Jika selama ini masyarakat mengenal Cek Kesehatan Gratis, Ramadan,” kata dia adalah momentum memeriksa kualitas iman. “Tempatnya di masjid, dalam setiap salat, tadarus, dan dzikir yang kita lakukan,” ujarnya. Pesan itu sederhana, tapi mengena, ibadah bukan rutinitas, melainkan evaluasi diri.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, RT/RW, dan tokoh masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Ramadan, menurutnya, bukan hanya soal ritual, melainkan tentang memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang majemuk dan dinamis.
Ketua DKM Masjid Raya Nurul Hilal, H. Bakrie, menyambut baik perhatian pemerintah kota. Bantuan yang diberikan, katanya, akan mendukung kegiatan jamaah selama Ramadan. Di masjid itu, sore menjelang magrib bukan sekadar waktu menunggu azan. Ia menjadi ruang temu antara kebijakan dan keimanan antara angka bantuan dan harapan akan kebersamaan yang terus terjaga. (Denny/Editor Linda)

















