Breaking News

Home / Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:20 WIB

Safari Ramadan di Kapuk, Dari Santunan Hingga “Cek Iman Gratis” Ala Wali Kota Jakbar

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Jakarta Barat – Suasana sore di Masjid Raya Nurul Hilal, Kapuk, Cengkareng, terasa lebih ramai dari biasanya, Kemarin dulu (20/02/2026). Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melanjutkan Safari Ramadan hari kedua di masjid itu. Jamaah duduk berderet, sebagian membawa anak-anak mereka, menunggu rangkaian acara yang tak hanya berisi sambutan, tapi juga bantuan dan ajakan refleksi.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, hadir bersama jajaran mulai dari Asisten Kesejahteraan Rakyat, Wakil Camat Cengkareng, Lurah Kapuk, hingga perwakilan Baznas Bazis. Pemerintah menyerahkan lima kursi salat untuk operasional masjid, santunan bagi 10 anak yatim dan duafa masing-masing Rp 250 ribu, serta bantuan operasional masjid sebesar Rp 3 juta. Untuk berbuka, 150 cup kopi dari Kopi Difabis turut dibagikan, menambah hangat suasana.

Di hadapan jamaah, Iin melontarkan istilah yang mengundang senyum CIG, Cek Iman Gratis. Jika selama ini masyarakat mengenal Cek Kesehatan Gratis, Ramadan,” kata dia adalah momentum memeriksa kualitas iman. “Tempatnya di masjid, dalam setiap salat, tadarus, dan dzikir yang kita lakukan,” ujarnya. Pesan itu sederhana, tapi mengena, ibadah bukan rutinitas, melainkan evaluasi diri.

Baca Juga:  Mahasiswa Datangi Balai Kota BEM STIAMI Serahkan Aduan Infrastruktur hingga Ekonomi ke Wali Kota Jakarta Pusat

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, RT/RW, dan tokoh masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Ramadan, menurutnya, bukan hanya soal ritual, melainkan tentang memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang majemuk dan dinamis.

Ketua DKM Masjid Raya Nurul Hilal, H. Bakrie, menyambut baik perhatian pemerintah kota. Bantuan yang diberikan, katanya, akan mendukung kegiatan jamaah selama Ramadan. Di masjid itu, sore menjelang magrib bukan sekadar waktu menunggu azan. Ia menjadi ruang temu antara kebijakan dan keimanan antara angka bantuan dan harapan akan kebersamaan yang terus terjaga. (Denny/Editor Linda)

Share :

Baca Juga

Jabodetabek

Rapimnas dan HUT ke-9 SMSI: Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Perjanjian Dagang RI–AS, Desak Pemerintah Beri Perlindungan Karya Jurnalistik

Nasional

Dewan Pers Sosialisasikan Pendataan Media di HPN 2026 Banten

Jabodetabek

636 Lubang Jalan Ditambal, Jakarta Barat Dikejar Waktu

Nasional

Jejak Terakhir PK-THT di Punggung Bulusaraung

Jabodetabek

Sampah di Kolong Tol Joglo Diangkut, Pemantauan Diperketat

Nasional

Pemkab Buol Beri Perawatan Intensif 15 Warga Filipina yang Terombang-ambing di Laut Sulawesi

Jabodetabek

Revitalisasi Polder Kamal, Menata Ulang Aliran Air di Pesisir Barat Jakarta

Nasional

Ada 2438 Jiwa Umat Hindu Kabupaten Buol Hadiri Dharma Santhi Nyepi 1947/2025 Masehi