TINOMBALA.COM, Parigi Moutong Sulawesi Tengah — Halaman MTs Al-Huda Malino dalam dua pekan terakhir tak lagi lengang. Suara peluit pelatih bersahutan dengan riuh semangat siswa yang berlatih voli, bulu tangkis, hingga tenis meja. Di sudut lain, sejumlah siswa tampak serius melatih kemampuan seni mereka, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pidato tiga bahasa, hingga kaligrafi.
Madrasah yang berada di Kecamatan Ongka Malino itu tengah mematangkan persiapan menjelang ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat MTs Wilayah II se-Kabupaten Parigi Moutong yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Kepala MTs Al-Huda Malino, Suyanto, S.Pd., mengatakan sekolah sengaja mengintensifkan latihan lebih awal agar para peserta benar-benar siap saat bertanding.
“Kami ingin siswa tampil maksimal. Tidak hanya di cabang olahraga seperti voli, bulu tangkis, dan tenis meja, tetapi juga di bidang seni seperti MTQ, pidato tiga bahasa, dan kaligrafi. Ini soal pengembangan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri mereka,” kata Suyanto, Sabtu, 25/04/2026.
Menurut dia, Porseni bukan sekadar arena perebutan medali. Agenda dua tahunan antar-madrasah itu juga menjadi ruang mempererat ukhuwah antarsiswa sekaligus mengasah kreativitas generasi muda di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Untuk mendukung target tersebut, pihak madrasah menyiapkan latihan terpusat, melengkapi kebutuhan peralatan, serta menghadirkan pendamping sesuai bidang yang diikuti peserta.
Optimisme juga datang dari para siswa. Syahril Rahmadan, salah satu peserta yang akan turun di ajang Porseni, mengaku latihan tahun ini terasa lebih berat dibanding biasanya. Namun, ia menilai kerja keras itu sepadan dengan harapan membawa nama baik sekolah.
“Latihannya lebih disiplin dan lebih berat, tapi kami tetap semangat. Kami ingin membawa pulang prestasi untuk madrasah,” ujarnya.
Di tengah semangat persiapan menuju kompetisi, pihak madrasah juga menyampaikan harapan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, agar memberi perhatian lebih terhadap nasib guru honorer di sekolah tersebut.
Menurut pihak sekolah, kontribusi tenaga honorer selama ini cukup besar dalam menopang kegiatan belajar mengajar di madrasah, namun kesejahteraan mereka dinilai masih perlu perhatian serius.
Bagi MTs Al-Huda Malino, Porseni 2026 bukan hanya tentang kemenangan di arena lomba. Lebih dari itu, ajang ini menjadi pembuktian bahwa keterbatasan tidak pernah menghalangi semangat untuk berprestasi, selama ada kerja keras, disiplin, dan dukungan yang nyata bagi dunia pendidikan.
Pewarta: Asrip Bahmit
Editor: Linda Fang

















