Breaking News

Home / Daerah / Sigi Sulteng / Sulteng

Senin, 8 Juni 2026 - 10:54 WIB

Kenakan Siga Kuning di Bumi Megalit, Bupati dan Wabup Buol Kawal Kafilah MTQ Sulteng

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Sigi Sulawesi Tengah — Di bawah sorot lampu panggung yang berdiri di kawasan bekas likuifaksi Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, dua pejabat dari Kabupaten Buol tampak mencuri perhatian. Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, dan Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, hadir mengenakan siga kuning khas Kaili saat mengikuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Siga yang melingkar di kepala keduanya bukan sekadar pelengkap busana adat. Di tengah perhelatan yang mempertemukan 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah, atribut itu menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan semangat persaudaraan antarwilayah.

MTQ tahun ini digelar di kawasan Monumen Likuifaksi Taman Taiganja, lokasi yang menyimpan memori kelam bencana 2018. Pemerintah Kabupaten Sigi menyulap area tersebut menjadi panggung syiar Al-Qur’an, menghadirkan suasana religius di tempat yang dahulu identik dengan duka.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Buol menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap 49 anggota kafilah Buol yang akan berlaga selama sepekan ke depan. Sejak awal pembukaan, keduanya terlihat mendampingi rombongan dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengingatkan bahwa MTQ tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurut dia, tugas yang lebih besar adalah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia. Kita harus membacanya, memahami, lalu mengamalkannya,” kata gubernur dalam sambutan yang dibacakan pada pembukaan.

Pesan serupa disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah. Ia menilai kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan tidak selalu mampu menjawab kegelisahan manusia. Karena itu, Al-Qur’an tetap relevan sebagai sumber nilai dan pedoman hidup.

Baca Juga:  Dugaan Upeti PETI di Perbatasan Buol–Pohuwato, LSM Greenleaf Seret Nama Oknum Kapolsek

Malam pembukaan berlangsung meriah. Pemukulan gong menandai dimulainya MTQ XXXI. Setelah itu, satu per satu kafilah dari seluruh daerah memasuki arena dalam defile budaya yang disambut tepuk tangan ribuan penonton. Salawat, tabuhan bedug, dan tarian kolosal bernuansa Islami berpadu dengan kearifan lokal masyarakat Sigi.

Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, mengatakan pelaksanaan MTQ di kawasan monumen likuifaksi memiliki makna khusus. Menurut dia, lokasi tersebut menjadi ruang refleksi bersama sekaligus doa bagi para korban bencana dan masa depan Sulawesi Tengah.

Bagi Kabupaten Buol, pembukaan MTQ menjadi awal dari perjuangan sesungguhnya. Setelah lolos verifikasi dan mengikuti pawai ta’aruf, para peserta kini bersiap memasuki arena perlombaan. Pemerintah daerah berharap dukungan penuh yang ditunjukkan pimpinan daerah dapat menjadi energi tambahan bagi kafilah untuk membawa pulang prestasi.

MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah akan berlangsung hingga 12 Juni 2026. Para qari dan qariah terbaik akan bersaing memperebutkan tiket menuju MTQ tingkat nasional, sekaligus mengemban misi yang lebih besar: membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat. (HB)

Share :

Baca Juga

Buol

Wabub Lepas KKN STISIPOL Mujahidin Buol

Buol

Tambang Bodi Ilegal, Terang-terangan, Nyaris Tanpa Henti

Touna

Lapas Kelas IIB Ampana Gelar Apel dan Senam Bersama Warga Binaan Pemasyarakatan

Buol

Kades Pongan Tak Transparan, Warga Desak APH Investigasi Penggunaan Dana Desa 2024-2025

Buol

Satpol PP Buol Amankan Dua Pemuda Pesta Miras di Kawasan Masjid Agung

Buol

Menata Arah 2027 dari Musrembang, Pertanian, SDA Lestari, dan Janji Pengentasan Kemiskinan

Buol

BPKAD Buol Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan OPD Lewat Pendampingan Intensif

Daerah

PLTS Atap dan Perhitungan Ekonomi IMIP