Breaking News

Home / Buol / Daerah / Sulteng

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:47 WIB

Harga Terus Naik, Rakyat Buol Turun ke Jalan, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Ekonomi Kita?

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Ketika harga beras, minyak goreng, gas elpiji, telur, hingga cabai terus merangkak naik, sebagian warga Buol memilih tidak lagi hanya mengeluh di dapur. Mereka turun ke jalan.

Jumat sore, 12/06/2026, pukul 16.00 WITA, kelompok yang menamakan diri Rakyat Buol menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Lampu Merah Kali, Kabupaten Buol. Mereka membawa satu pesan sederhana namun keras: biaya hidup semakin mahal, sementara pendapatan masyarakat tak kunjung membaik.

Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya menyampaikan orasi. Mereka juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan, menjelaskan kondisi ekonomi yang menurut mereka semakin menekan kehidupan rakyat kecil.

Bagi masyarakat Buol, persoalan ekonomi bukan lagi sekadar data statistik atau angka pertumbuhan. Dampaknya dirasakan langsung setiap kali berbelanja kebutuhan sehari-hari.

• Harga pangan naik.

• Biaya transportasi naik.

• Pengeluaran rumah tangga naik.

Menurut catatan yang dihimpun massa aksi, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan rata-rata hingga sekitar 39 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan itu meliputi beras, minyak goreng, gas elpiji, telur, ayam, bawang, cabai, hingga berbagai kebutuhan dapur lainnya.

Di sisi lain, buruh mengaku upah mereka tidak mengalami penyesuaian yang sebanding dengan kenaikan harga. Petani menghadapi biaya produksi yang semakin tinggi, namun harga hasil panen tidak ikut terdongkrak. Nelayan harus menanggung kenaikan biaya operasional, sementara nilai jual hasil tangkapan belum mampu menutup peningkatan pengeluaran.

Pedagang kecil pun ikut merasakan tekanan. Daya beli masyarakat yang menurun membuat perputaran ekonomi di tingkat bawah semakin melambat.

Massa aksi juga menyoroti fenomena yang sering dikeluhkan masyarakat: harga kebutuhan pokok cenderung cepat naik ketika BBM naik, tetapi jarang kembali turun meski harga BBM mengalami penyesuaian.

Baca Juga:  Kejati Sulteng Geledah KSOP Palu dan Rumah Eks Kepala Bapenda Donggala, Ada Apa di Balik Kasus Tambang?

“Yang cepat sampai ke rakyat selalu kenaikannya. Penurunannya hampir tidak pernah terasa,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam selebaran aksi.

Bagi Rakyat Buol, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi nasional harus diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, bukan hanya dari stabilitas angka makroekonomi.

Selain menyoroti lonjakan biaya hidup, massa juga mempertanyakan pengelolaan berbagai program yang menggunakan dana negara. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu fokus perhatian mereka.

Mereka meminta pemerintah membuka penggunaan anggaran secara transparan, memastikan program tepat sasaran, serta melakukan audit secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam aksinya, Rakyat Buol menyampaikan tujuh tuntutan utama:

Turunkan harga kebutuhan pokok.
Kendalikan harga BBM dan biaya hidup rakyat.

Naikkan upah buruh sesuai kenaikan biaya hidup.

Jamin harga layak bagi hasil panen petani dan tangkapan nelayan.
Pastikan subsidi energi tepat sasaran.
Audit dan transparansikan anggaran MBG serta Koperasi Desa Merah Putih.
Berantas korupsi dan kebocoran uang rakyat.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat.

Bagi massa aksi, persoalan yang mereka suarakan bukan semata soal harga barang yang naik. Yang mereka pertanyakan adalah sejauh mana negara hadir ketika rakyat harus bekerja lebih keras hanya untuk memenuhi kebutuhan yang sama.

“Harga naik, rakyat jangan dikorbankan. Uang rakyat untuk rakyat, bukan untuk dikorupsi,” menjadi pesan penutup yang mereka gaungkan di tengah aksi. (MD)

Editor : Linda Fang

Share :

Baca Juga

Sulteng

Pertumbuhan Ekonomi Yang Pesat Di Morowali, Peredaran Uang Sebulan Capai Rp338 Miliar

Touna

Tindak Lanjuti Postingan Kades Matobiai Terkait Miras, Kapolsek Una Una Pimpin Tim Gabungan Lakukan Razia

Sulteng

Reses Wakil Ketua DPRD Tolitoli, I nyoman Muliada SE Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Kayulompa

Sulteng

Relawan Berani Salurkan Bantuan Paket Sembako Dan Mobil Operasional Kesehatan Kepada Warga Korban Banjir

Buol

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H Ruas PPK 1.2 jalan Nasional Lingadan Buol Rusak Parah 

Buol

Bupati Dan Wakil Bupati Buol Bertekad Tingkatkan Mutu Pendidikan

Buol

IUP Ada di Satu Titik, Aktivitas Pengambilan Batu Terlihat di Tempat Lain

Buol

Lapas III Leok Buol Peringati Hari Pahlawan dengan Semangat “Pahlawanku Teladanku”
error: Konten ini dilindungi hak cipta!