TINOMBALA.COM, Lore Selatan Poso Sulteng — Ketegangan di wilayah adat Tampo Bada, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, hingga kini mencapai titik puncak. Sebuah alat berat jenis ekskavator hangus terbakar setelah diamuk massa pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Peristiwa itu diduga berkaitan dengan penolakan warga terhadap aktivitas tambang emas ilegal yang disebut-sebut terus berlangsung di kawasan adat.
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, insiden tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Aksi itu disebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat adat yang menilai kesepakatan untuk menghentikan aktivitas pertambangan dan mengeluarkan alat berat dari wilayah mereka tidak dijalankan.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Sabtu malam, 27 Juni 2026, warga Desa Bewa mengamankan satu unit ekskavator yang disebut akan digunakan di lokasi tambang. Alat berat itu kemudian ditempatkan di lapangan depan Kantor Camat Lore Selatan sembari menunggu penyelesaian melalui mekanisme adat.
Selama beberapa hari, tokoh adat bersama masyarakat dikabarkan berupaya mencari jalan keluar agar seluruh alat berat dipindahkan dari kawasan yang dipersengketakan. Namun, menurut keterangan warga, alat berat tersebut kemudian dipindahkan ke Desa Gintu.
Sejumlah warga menilai pemindahan itu bertentangan dengan kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun. Kekecewaan tersebut kemudian memicu aksi pembakaran ekskavator.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemilik alat berat maupun aparat penegak hukum mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk status hukum aktivitas pertambangan yang dipersoalkan warga.
Pasca-insiden, situasi di Tampo Bada dilaporkan masih tegang. Masyarakat meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk mencegah konflik yang lebih luas sekaligus menindak apabila ditemukan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Warga juga mendesak Kapolda Sulawesi Tengah untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan berlangsung transparan, menjaga situasi keamanan tetap kondusif, serta memberikan kepastian hukum atas persoalan yang terjadi di wilayah adat Tampo Bada.
Hingga berita ini diterbitkan, Tinombala.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian, pemerintah daerah, pemilik alat berat, maupun pihak lain yang disebut dalam peristiwa ini guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. (Hb)
Editor : Linda Fang



















