TINOMBALA.COM, Palu Sulawesi Tengah — Aroma daging kurban dan suara takbir masih menggema di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada Rabu, 27/05/2026. Usai pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H Aktivitas di lingkungan Kejati Sulteng tak langsung usai. Sejumlah pegawai, panitia, dan warga tampak sibuk menyiapkan proses penyembelihan hewan kurban yang berlangsung sejak pagi.
Tahun ini, Kejati Sulawesi Tengah menyalurkan 29 ekor sapi kurban kepada masyarakat, lembaga sosial, hingga kelompok profesi di Kota Palu. Dua ekor sapi secara khusus diperuntukkan bagi kalangan wartawan.
Penyaluran hewan kurban itu berlangsung di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, SH., MH. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dengan masyarakat, termasuk insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam penyebaran informasi publik.
Dua sapi untuk wartawan disembelih di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Palupi dan Jalan Moh. Hatta, Kota Palu. Proses penyembelihan hingga distribusi daging dilakukan secara gotong royong oleh para wartawan dari berbagai media.
Sejak pagi hingga malam hari, para jurnalis terlihat bergantian membantu proses pemotongan, pengemasan, hingga pembagian daging kurban kepada penerima. Suasana kekeluargaan tampak mendominasi kegiatan tersebut.
Penanggung jawab penyembelihan, Jamaluddin yang akrab disapa Om Jamal mengaku bersyukur atas perhatian Kejati Sulteng kepada kalangan pers.
“Atas nama kawan-kawan wartawan, kami menghaturkan syukur Alhamdulillah atas bantuan dan kepedulian jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, terkhusus kepada Bapak Kajati Zullikar Tanjung,” ujar Jamaluddin.
Wartawan Jurnal Inakor yang juga anggota Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) itu menilai pemberian hewan kurban bukan sekadar bantuan simbolik. Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan hubungan yang harmonis antara institusi penegak hukum dan media.
Hampir 80 wartawan menerima pembagian daging kurban tersebut. Penerimanya tidak hanya wartawan yang rutin meliput kegiatan kejaksaan, tetapi juga sejumlah jurnalis lain di Kota Palu. Sebagian daging kurban turut dibagikan kepada warga sekitar lokasi penyembelihan.

Foto Istimewa
“Ini bukan hanya soal penyerahan hewan kurban, tetapi menjadi simbol bahwa sinergitas, komunikasi, dan silaturahmi antara Kejaksaan dan insan pers berjalan baik dan harmonis,” kata Jamal.
Hal senada disampaikan Ikbal Borman dari Media Bahana Indonesia. Ia menyebut momentum Idul Adha menjadi ruang memperkuat kebersamaan antar unsur masyarakat, termasuk media yang selama ini menjadi mitra strategis lembaga publik.
Di bawah kepemimpinan Kajati Zullikar Tanjung, semangat berbagi yang ditunjukkan Kejati Sulteng dinilai menghadirkan wajah humanis institusi penegak hukum. Tidak hanya menjalankan fungsi penegakan aturan, kejaksaan juga hadir melalui kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat.
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, kebersamaan itu tercermin sejak proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Bagi sebagian penerima, daging kurban bukan sekadar bagian dari ritual keagamaan, melainkan simbol persaudaraan yang mempererat hubungan antar sesama. (Hb/Red)
















