Breaking News

Home / Bukittinggi Sumatera

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:20 WIB

Bukittinggi Bersolek: Kota Mulai Berpihak pada Pejalan Kaki, Jam Gadang Jadi Titik Awal

Foto Ist-Sari Tinombala.com

Foto Ist-Sari Tinombala.com

TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi mulai menata ulang wajah kotanya. Setelah bertahun-tahun kawasan pusat kota dipadati kendaraan dan ruang publik kian menyempit, pemerintah kini memilih mengembalikan fungsi jalan untuk pejalan kaki. Kawasan sekitar Jam Gadang menjadi titik awal perubahan itu.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Bukittinggi, Senin, 13 Juli 2026. Pemerintah mulai mematangkan program penataan kota yang akan dikerjakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027.

Ramlan mengatakan, penataan kawasan perkotaan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah. Program itu juga diperkuat dengan terpilihnya Bukittinggi sebagai satu dari sepuluh kota di Indonesia yang mendapat pendampingan Integrated City Planning (ICP) dari Bappenas. Menurut dia, kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun kota yang lebih modern, aman, nyaman, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing, terutama di sektor pariwisata.

Perubahan paling mencolok akan dilakukan pada koridor menuju Jam Gadang. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Istana, Jalan Minangkabau, Jalan Sudirman, Jalan Perwira, dan Jalan Ombilin akan ditata ulang dengan pemasangan conblock sebagai bagian dari pengembangan kawasan ramah pejalan kaki.

Tak hanya memperlebar ruang berjalan, pemerintah juga merancang penyediaan fasilitas pendukung berupa kursi taman, ruang terbuka hijau, pohon peneduh, lampu penerangan, hingga elemen penataan kota lainnya agar kawasan wisata utama Bukittinggi menjadi lebih nyaman dinikmati warga maupun wisatawan.

Penataan fisik itu akan diikuti rekayasa lalu lintas secara bertahap, khususnya pada akses menuju Jam Gadang dan Panorama. Pemerintah berharap pengaturan arus kendaraan dapat mengurangi kepadatan sekaligus memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki tanpa mengurangi aksesibilitas kawasan wisata.

Baca Juga:  Berbagi di Tengah Hujan, Polresta Bukittinggi Salurkan Takjil untuk Pengendara

Di sisi lain, revitalisasi Pasar Bawah juga masuk dalam daftar prioritas. Kawasan perdagangan tradisional tersebut akan ditata agar lebih tertib, representatif, dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Bukittinggi sebagai kota wisata yang nyaman dan berdaya saing.

Melalui penataan terpadu ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap wajah kota tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih manusiawi, sebuah kota yang memberi tempat bagi pejalan kaki, menghidupkan kawasan perdagangan, dan memperkuat daya tarik wisata di Sumatera Barat. (Sari)
Editor : Linda Fang

Share :

Baca Juga

Bukittinggi Sumatera

Kuasa Hukum Soroti Vonis 1 Tahun 3 Bulan untuk R.A., Dinilai Lebih Tepat Direhabilitasi

Bandar Lampung

Emas Gelap Sawahlunto: Gurita Tambang Ilegal, Uang Payung, dan Bayang-Bayang Elit Lokal

Bukittinggi Sumatera

Dandim Agam Berganti, Estafet Kepemimpinan untuk Menjaga Sinergi Daerah

Bukittinggi Sumatera

Tumbuh dari “Lucu Bana”, Cafe Tjuna Hadirkan Ruang Hangat yang Ramah di Kantong

Bukittinggi Sumatera

PWR Police Women Run di Bukittinggi Berlangsung Lancar, 3.500 Peserta Ikuti Kegiatan

Bukittinggi Sumatera

APBD 2027 Bukittinggi Masih Bergantung Transfer Pusat , Belanja Tembus Rp 915 Milyar

Bukittinggi Sumatera

SD Ini Borong Juara FLS3N dan O2SN, Siap Wakili Bukittinggi ke Tingkat Provinsi

Bukittinggi Sumatera

Salat Jumat Berlangsung, Dapur TM Coffee & Bakery Bukittinggi Terbakar
error: Konten ini dilindungi hak cipta!