TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi mulai menjadi perhatian seiring munculnya dua nama yang disebut bakal bersaing dalam pemilihan ketua. Selain Chairunnas yang merupakan petahana dan telah menjabat dua periode, nama Fauzan Haviz kini disebut sebagai salah satu kandidat yang cukup diperhitungkan.
Fauzan menyampaikan pandangannya terkait dinamika Muskot PMI Kota Bukittinggi saat ditemui di salah satu kafe di Bukittinggi, Kamis malam (1/10/2026). Ia menegaskan, pelaksanaan Muskot harus berpedoman pada aturan organisasi, transparan, serta melibatkan pihak-pihak yang memang memiliki hak suara.
Dalam sistimatika informasi yang beredar mengenai komposisi peserta dan pemilik suara dalam Muskot perlu diperjelas. Informasi yang beredar menyebutkan pemilih terdiri dari pengurus provinsi, pengurus kota, pengurus kecamatan, perwakilan relawan, serta pengurus lama.
“Kalau informasi itu benar, tentu ini menjadi persoalan. Pengurus lama ikut memilih tentu tidak tepat kalau tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini juga harus diklarifikasi dan disepakati oleh seluruh peserta,” ujar Fauzan.
Ia berharap Muskot dapat berlangsung secara wajar dan sesuai mekanisme organisasi sehingga menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa PMI Kota Bukittinggi semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap pelaksanaan musyawarah kota ini tetap sebagaimana mestinya, sewajarnya, supaya masa depan PMI Kota Bukittinggi bisa membuat yang terbaik untuk Kota Bukittinggi. Bagaimana komunikasi sosial ini bisa melakukan hal-hal yang memang bermanfaat buat masyarakat banyak di kota ini,” katanya.
Fauzan juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab dalam proses pemilihan kepengurusan baru. Ia mengajak seluruh peserta Muskot mengedepankan kepentingan organisasi serta memperkuat kerja-kerja kemanusiaan PMI di Kota Bukittinggi. (Red)





















