Buol, Tinombala.Com// Berdasarkan data Dinas P2KB pada rapat kerja dengan Komisi I DPRD Kabupaten Buol terdaoat Lonjakan angka stunting di tahun 2023 terdapat 30% ,Tahun 2024 terdapat 36 % dan Stunting Parah 10% di Kabupaten Buol. Lonjakan Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buol.
Dalam upaya menurunkan angka stunting, anggota DPRD dari Komisi I melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas di empat kecamatan untuk memantau langsung penanganan stunting di lapangan 19 Juni 2025
Inspeksi mendadak anggota DPRD Buol dipimpin oleh Ahamad A Koloi , Ketua Komisi I, dan I Wayan Gara, Wakil Ketua Komisi, bersama anggota DPRD lainnya. melakukan kunjungan ke sejumlah Puskesmas di Kabupaten Buol untuk memantau langsung penanganan stunting dan pelayanan kesehatan di beberapa Puskesmas.
Foto Inspeksi (Sidak) Puskesmas Pujimulyo Kecamatan Momunu
Ahmad A Koloi Ketua Komisi I DPRD Buol Menjelaskan 19 Juni 2025 Inspeksi mendadak (Sidak) ini Ke- Puskesmas kecamatan Momunu Lamadong- Pujimulyo, Kecamatan Toliloan , dan Kecamatan Bokat ini merupakan tindak lanjut DPRD memantau langsung penanganan stunting dan pelayanan kesehatan yang ada di beberapa Puskesmas.” Ucap Ketua Komisi I
Ditemukan bahwa empat Puskesmas di tiga kecamatan belum membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Padahal, peran tim ini sangat penting dalam mendukung pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buol.” Ungkap Ahmad Koloi
Foto: Inspeksi (Sidak) Puskesmas Lamadong Kecamatan Momunu
I Wayan Gara Wakil Ketua Komisi I DPRD Buol menambahkan, data Stunting yanga ada di Kabupaten Buol saat ini masih menggunakan data di tahun 2023-2024 sehingga terjadi lonjakan sebagaimana yang kami peroleh keterangan dari beberapa Puskesmas data tersebut bukan data di tahun 2025.” Ucapnya.
Terdapat Empat Puskesmas di tiga kecamatan belum melakukan analisis data penyebab peningkatan status stunting secara menyeluruh. Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor lain. Tuturnya.
Seperti Pola asuh anak yang tidak tepat, atau anak dari keluarga broken home, Gizi makanan anak yang tidak terpenuhi, serta nutrisi selama kehamilan yang tidak terpenuhi.
Foto: Inspeksi (Sidak) Puskesmas Boilan Kecamatan Tiloan
” Komisi I DPRD Buol berharap Perlu dilakukan analisis data yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab stunting di setiap kecamatan mengapa demikian Analisis ini dapat membantu dalam menentukan strategi penanganan stunting yang lebih efektif.
Semua Puskesmas perlu melakukan analisis data penyebab stunting untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan status stunting
” Puskesmas dapat menentukan strategi penanganan stunting yang lebih efektif dan terarah, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai di tahun 2025 Kabupaten Buol.
Dengan adanya sidak Komisi I DPRD ini, diharapkan penanganan stunting diseluruh Kecamatan dapat lebih efektif dan terarah, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai.” Ungkap Wakil Ketua Komisi I .(Reiyna/Red)



















