Tinombala.com, Palu – Puluhan pasang mata kecil memandang serius layar pemutar film di Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Kamis, (22 /01/2026). Sebanyak 30 siswa TK Alkhairat Layana Indah datang bukan untuk bermain, melainkan belajar tentang satu profesi yang akrab dengan risiko: petugas SAR.
Kunjungan edukasi itu menjadi bagian dari pembelajaran tematik semester pertama Tahun Ajaran 2025–2026. Anak-anak diperkenalkan pada kerja Basarnas-mulai dari tugas pencarian dan pertolongan hingga cara bertahan saat bencana datang tanpa aba-aba.
Melalui film animasi gempa bumi dan video profil Basarnas, para siswa diajak mengenali ancaman sekaligus respons dasar menghadapi bencana. Instruktur SAR kemudian mempraktikkan langsung cara melindungi diri saat gempa, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Tak berhenti di ruang kelas, rombongan diajak berkeliling melihat peralatan dan kendaraan operasional SAR. Sorak kecil terdengar saat mereka satu per satu naik ke kendaraan penyelamat—pengalaman langka yang mengubah rasa ingin tahu menjadi kekaguman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menilai pengenalan profesi SAR sejak dini penting untuk membangun kesadaran keselamatan. “Anak-anak perlu tahu bahwa ada orang-orang yang bekerja menyelamatkan nyawa. Dari sini, kesadaran tentang keselamatan bisa tumbuh lebih awal,” ujarnya.
Kunjungan singkat itu berakhir dengan tawa dan semangat. Namun pesan yang ditinggalkan lebih panjang usianya: kesiapsiagaan bencana bukan hanya urusan orang dewasa, melainkan pelajaran hidup yang bisa ditanamkan sejak bangku taman kanak-kanak. (Faisal)

















