TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Aparat kepolisian bersama tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang melanda Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa malam, 05/052026. Longsor yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itu menimbun rumah warga dan sempat memutus akses jalan.
Peristiwa terjadi di dua titik. Di kawasan Pincuran Nyiak Tukang, material longsor setinggi sekitar setengah meter dengan panjang 20 meter menutup badan jalan. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas, hingga Dinas PUPR bergerak cepat membersihkan material. Hasilnya, akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan pada Rabu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.
Longsor lebih parah terjadi di Gantiang, Jorong Kampuang Baruah. Material setinggi satu meter dengan panjang sekitar 30 meter menimbun tiga rumah warga. Dalam kondisi gelap dan hujan, petugas bersama warga melakukan evakuasi darurat.
Dari tujuh korban yang terdampak, empat orang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan. Dua lainnya selamat dan diamankan di Kantor Wali Nagari Sungai Landia. Satu korban sempat tertimbun dan dinyatakan hilang.
Pencarian intensif dilakukan sejak malam hingga dini hari. Personel Polsek IV Koto Polresta Bukittinggi bersama tim gabungan akhirnya menemukan korban sekitar pukul 04.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Selain evakuasi, aparat juga melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta membantu pembersihan material menggunakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat.
Hingga Rabu siang, akses jalan di Nagari Sungai Landia mulai pulih, meski belum sepenuhnya dibuka untuk kendaraan roda empat. Sejumlah titik rawan, terutama di kawasan Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur, masih dalam pemantauan tim gabungan.
Sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana ini dinilai mempercepat proses evakuasi dan pemulihan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko tinggi.
Pewarta : Sari
Editor : Linda Fang

















