TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Video proses identifikasi kendaraan di Desa Tuinan, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026, itu melibatkan pihak perusahaan bersama aparat kepolisian.
Dalam video yang beredar di media sosial tampak terjadi ketegangan antara sejumlah warga dengan pihak perusahaan saat proses identifikasi kendaraan berlangsung. Situasi di lokasi sempat memanas dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT Bayu Yudha Perkasa datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap kendaraan yang diduga terkait persoalan administrasi dan legalitas kepemilikan.
Saat proses berlangsung, sebagian warga disebut menolak kegiatan tersebut. Dalam kericuhan itu, beberapa warga terlihat membawa benda tajam dan terjadi aksi saling dorong di lokasi kejadian.
Selain itu, seorang warga juga terlihat membawa jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak dan sempat mengancam akan menyiram kendaraan petugas. Namun tindakan tersebut tidak sampai terjadi setelah situasi berhasil diredam warga lainnya bersama aparat keamanan.
Menanggapi viralnya video tersebut, PT Bayu Yudha Perkasa memberikan klarifikasi melalui PEOJF perusahaan, Vicky Adrianus Rompis.

Foto Istimewa
Menurut Vicky, kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan proses identifikasi objek jaminan fidusia dan mediasi terkait kendaraan yang diduga bermasalah.
“Dalam pelaksanaan di lapangan, kami hanya melakukan identifikasi dan mediasi terkait kendaraan tersebut. Namun kami mendapatkan penolakan dari pihak yang menguasai kendaraan,” kata Vicky, Senin, 18/05/2026.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan dilakukan, pihak perusahaan telah mengajukan permohonan pendampingan kepada Polres Buol. Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Nomor: Sprin/30/V/HUK.6.6/2026 untuk pengamanan dan pendampingan kegiatan.
Vicky juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati sebelum membeli kendaraan bekas dan memastikan kendaraan memiliki dokumen resmi seperti STNK dan BPKB.
“Masyarakat diharapkan memastikan legalitas kendaraan sebelum membeli agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Hingga kini, video kejadian di Desa Tuinan masih beredar luas di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. (TB)
















