TINOMBALA.COM, Sigi Sulawesi Tengah — Perjuangan Kafilah Kabupaten Buol di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah resmi dimulai. Sejak Senin pagi, 8 Juni 2026, para peserta Buol langsung menyebar ke berbagai arena lomba untuk mempertaruhkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, kaligrafer, hingga penulis karya ilmiah Al-Qur’an dari seluruh daerah di Sulawesi Tengah.
Hari pertama menjadi ujian awal bagi kontingen Buol. Sebanyak 13 peserta turun di sejumlah cabang perlombaan yang berlangsung serentak sejak pukul 08.00 WITA.
Di Arena Utama, perhatian publik tertuju pada penampilan dua qari-qariah cilik Buol, Moh. Rafif Safa dan Sahifah Nurfadilah. Keduanya tampil pada cabang Tilawah Golongan Kanak-Kanak, membawakan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan hakim dan ratusan penonton yang memadati arena.
Pada waktu yang sama, Fadel Muhammad menjalani persaingan ketat di cabang Qiraat Murattal Remaja Putra yang digelar di Masjid Al Falah, Desa Lolu. Cabang ini dikenal sebagai salah satu kategori yang menuntut ketepatan tajwid, kualitas suara, serta penghayatan bacaan.
Persaingan tak kalah menarik terjadi di cabang Syarhil Qur’an Putra. Tim Buol yang diperkuat Mujahid Aqil N. Gobel, Ilham U. Malik, dan Dikriawan T. Pamentar tampil di Gedung Centra Nipotewe, Desa Kalukubula. Mereka harus mengombinasikan kemampuan membaca, menerjemahkan, dan menyampaikan pesan Al-Qur’an dalam satu penampilan yang dinilai secara komprehensif.
Sementara itu, arena seni kaligrafi dan karya tulis ilmiah juga menjadi medan perjuangan peserta Buol. Salsa Jamri dan Rifaldi Gunawan Amir bertanding pada cabang Khattil Qur’an Golongan Naskah di Gedung Kesenian Taiganja. Di lokasi berbeda, Musakirah berkompetisi pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri yang berlangsung di Laboratorium SMKN Desa Sidera.
Memasuki sesi siang hingga sore hari, perjuangan berlanjut melalui penampilan Zuliana pada cabang Qira’at Mujawwad Dewasa Putri di Masjid Dg. Lando, Desa Jono Oge. Bersamaan dengan itu, Rizka Khairiah tampil pada cabang Qira’at Murattal Dewasa Putri di Masjid Al Falah, Desa Lolu.
Puncak hari pertama berlangsung pada malam hari. Di Arena Utama, dua peserta putri terbaik Buol tampil sebagai penutup perjuangan kontingen. Andi Zulfa Ariati SM. mengikuti cabang Tilawah Dewasa Putri, sementara Nursakinah tampil pada cabang Canet Putri. Keduanya menjadi harapan Buol untuk mencuri perhatian dewan hakim pada hari pembuka MTQ.
Para official dan pendamping menyebut seluruh peserta berada dalam kondisi siap bertanding. Optimisme juga terlihat dari semangat para kafilah yang telah menjalani persiapan panjang sebelum tampil di ajang tingkat provinsi tersebut.
Kini, harapan masyarakat Buol tertuju pada para duta daerah yang tengah berjuang mengharumkan nama kabupaten melalui lantunan ayat suci, karya ilmiah, dan seni Al-Qur’an. Hari pertama telah dilalui. Hasilnya belum diumumkan, tetapi satu hal sudah terlihat: Buol datang ke MTQ tahun ini bukan sekadar untuk meramaikan perlombaan. (HB)
















