TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Hasanudin alias Acong, seorang karyawan kontraktor asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, terbaring menahan sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas perusahaan. Namun di tengah kondisinya yang membutuhkan uluran tangan, ia mengaku justru menerima jawaban yang menyakitkan dari atasannya
Kecelakaan itu terjadi setelah Acong mengantar suku cadang dinamo mobil tronton milik perusahaan kontraktor Wada atau Ci Susi tempat ia bekerja. Benturan keras yang dialaminya menyebabkan sejumlah luka dan patah pada bagian kaki sehingga harus menjalani perawatan.
Menurut keterangan yang diterima media ini dari pihak keluarga kami sempat berharap pihak perusahaan memberikan bantuan biaya pengobatan maupun kebutuhan selama masa perawatan dirumah sakit serta pemulihan. Harapan itu pupus setelah muncul respons yang disebut datang dari sang bos.
“Tidak ada uang di sini, ini bukan panti sosial,” demikian kalimat yang dikabarkan diterima saat permohonan bantuan disampaikan,” Ungkap Keluarga korban
Pernyataan tersebut memicu kekecewaan di kalangan keluarga korban. Mereka menilai perusahaan semestinya menunjukkan tanggung jawab moral terhadap pekerja yang mengalami musibah saat masih menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan perintah pekerjaan
Pengusaha atau pimpinan perusahaan yang lalai atau sengaja tidak memberikan hak dan perlindungan keselamatan kepada pekerjanya dapat dijerat dengan sanksi pidana:. Jika kelalaian perusahaan menyebabkan pekerja luka berat, dapat dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun berdasarkan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak perusahaan mengenai dugaan pernyataan tersebut maupun bentuk bantuan yang telah diberikan kepada korban.
Sementara itu, kondisi Acong masih membutuhkan perawatan dirumah sakit dan pendampingan. Keluarga berharap ada perhatian dari pihak perusahaan terhadap nasib pekerja yang kini harus menghadapi masa pemulihan dengan keterbatasan ekonomi. (md/red)



















