TINOMBALA.COM , Poso Sulteng — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) menegaskan komitmennya sebagai organisasi pemikir yang berperan melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi arah pembangunan bangsa. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PIKI, Drs. Benyamin Patondok, M.M., saat membacakan sambutan Ketua Umum DPP PIKI yang berhalangan hadir karena memimpin persiapan penyelenggaraan Piala Presiden.
Dalam sambutannya Jum’at 24 Juli 2026.Benyamin Patondak menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Poso, Morowali, Morowali Utara, Universitas Kristen, Majelis Sinode GKST, para narasumber, serta seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya seminar. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Wakil Ketua Umum DPP PIKI sekaligus Ketua Panitia, Risal Kalvari Besra, atas dedikasinya mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan.
Seminar tersebut merupakan agenda kedua DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia PIKI sepanjang 2026 setelah sebelumnya menggelar Seminar Kesehatan di Bandung yang dihadiri sejumlah pejabat nasional. Pada Agustus mendatang, DPP PIKI juga telah menjadwalkan penyelenggaraan PIKI Awards dan Seminar MBG sebagai bagian dari rangkaian program organisasi.
Di Sulawesi Tengah, DPP PIKI memilih memulai penguatan organisasi melalui forum ilmiah sebelum membentuk kepengurusan provinsi. Risal Kalvari Besra diberi mandat untuk mengoordinasikan pembentukan kepengurusan sekaligus menjaring figur yang dinilai memiliki kapasitas memimpin PIKI Sulawesi Tengah.
Menurut DPP PIKI, kepengurusan daerah harus merepresentasikan berbagai unsur strategis, mulai dari akademisi, rohaniawan, pengusaha, birokrat, TNI-Polri, profesional, aktivis masyarakat hingga insan seni dan olahraga. PIKI juga menegaskan posisinya sebagai organisasi independen yang berorientasi pada pemikiran strategis, bukan kepentingan politik praktis, meskipun anggotanya berasal dari beragam latar belakang.
Dalam kesempatan itu, DPP PIKI kembali mengingatkan sejarah organisasi yang berdiri pada 1963 sebagai wadah kaum intelegensia Kristen untuk melahirkan rekomendasi kebijakan bagi negara. Semangat tersebut dinilai tetap relevan, terutama dalam mendorong lahirnya kajian-kajian strategis mengenai dana bagi hasil, pengelolaan sumber daya alam, dan berbagai isu pembangunan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
Menutup sambutannya, Sekjen DPP PIKI menyatakan komitmen organisasi untuk memperkuat kelembagaan di Sulawesi Tengah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta guna mendukung pembangunan kantor Sekretariat PIKI Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya organisasi yang kuat, didukung kepengurusan yang representatif, program kerja yang terukur, serta sekretariat yang mampu menjadi pusat lahirnya gagasan strategis bagi pembangunan daerah dan bangsa. (HR)



















