TINOMBALA.COM, Agam — Denting palu dan suara gergaji memecah kesunyian Jorong Simaung Mudiak, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Selasa. Di hari ke-13 pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun 2026, personel Satgas Kodim 0304/Agam bersama warga kembali bergelut dengan semen, kayu, dan bata. Sasaran mereka satu: mempercepat pembangunan rumah layak huni milik Ermawati.
Sejak pagi, prajurit TNI dan masyarakat bekerja tanpa sekat. Sebagian memasang rangka bangunan, yang lain mengangkat material, sementara warga bergantian membantu pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan. Gotong royong menjadi pemandangan yang lebih menonjol dibanding hiruk-pikuk alat kerja.
Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD ke-129. Program tersebut bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarga yang selama ini hidup dengan keterbatasan.
Bagi Ermawati, rumah yang perlahan berdiri bukan hanya bangunan baru. Ia menjadi simbol hadirnya kepedulian negara melalui kolaborasi TNI dan masyarakat. Di tengah pekerjaan yang terus dikebut agar selesai tepat waktu, semangat kebersamaan justru menjadi fondasi yang paling kokoh.
TMMD kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari cepatnya proyek diselesaikan, tetapi juga dari tumbuhnya rasa saling membantu. Di Nagari Nan Tujuah, rumah Ermawati menjadi saksi bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan masyarakat. (Sari)
Editor Linda Fang



















