TINOMBALA.COM, Agam — Menjelang tengah hari, suara cangkul, sekop, dan mesin perlahan berhenti. Debu yang sejak pagi menyelimuti lokasi pembangunan di Jorong Lariang, Nagari Nan Tujuah, mulai mereda. Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0304/Agam, prajurit Yon TP 897/Singgalang, dan warga yang sejak pagi bergotong royong kemudian duduk berbaur menikmati makan siang sederhana. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian kerja warga. Yang tampak hanya kebersamaan.
Pemandangan itu mewarnai hari ke-15 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Di balik target penyelesaian pembangunan infrastruktur, tersimpan proses yang tak kalah penting: membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama dari pagi hingga sore.
Sejak program dimulai, gotong royong menjadi denyut utama kegiatan di lapangan. Warga tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan. Kehadiran mereka membuat pembangunan berjalan lebih cepat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil yang dikerjakan bersama.
Kegiatan hari itu dipimpin oleh Letda Inf Rudi Hartono Purba. Ia menilai kebersamaan yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD merupakan modal penting untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Hubungan yang terjalin melalui komunikasi, kerja sama, dan saling membantu diyakini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program.
TMMD selama ini memang identik dengan pembangunan jalan, rumah layak huni, hingga fasilitas umum. Namun, di Nagari Nan Tujuah, program itu juga memperlihatkan sisi lain pembangunan yang kerap luput dari perhatian. Infrastruktur dapat diselesaikan dalam hitungan bulan, tetapi kepercayaan masyarakat dibangun melalui proses yang jauh lebih sederhana: bekerja bersama, berbagi lelah, dan menikmati makan siang di tempat yang sama.
Ketika pekerjaan kembali dilanjutkan selepas istirahat, yang tersisa bukan hanya jalan yang perlahan terbentuk. Ada ikatan yang semakin kuat antara TNI dan masyarakat. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari panjang jalan yang berhasil dibuka, melainkan dari seberapa kokoh kepercayaan yang tumbuh di sepanjang proses pembangunannya. (Sari/Red)



















