TINOMBALA.COM, Agam Sumbar — Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, menjadi pusat pelaksanaan Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jambak Kubang, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, ulama, hingga perwakilan sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin Dt Parpatiah, mengatakan pelaksanaan apel siaga tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memperkenalkan Palupuh sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala besar.
“Ini menjadi salah satu upaya agar Palupuh tidak dipandang sebelah mata, tetapi memiliki ikon tersendiri di Sumatera Barat,” kata Zul Arfin dalam sambutannya.
Menurut dia, wilayah Palupuh yang memiliki kawasan hutan cukup luas membutuhkan pola pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Ia menilai praktik pembukaan lahan dengan cara membakar harus mulai ditinggalkan karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai alternatif, masyarakat didorong menggunakan metode lain seperti penebangan terukur maupun sistem tumpang sari yang dinilai lebih aman dan tetap produktif bagi sektor pertanian masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi dan inspirasi bagi masyarakat agar pengelolaan lahan dan kehutanan tidak lagi dilakukan dengan cara membakar,” ujarnya.
Selain fokus pada kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla, kegiatan tersebut juga disebut memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir ikut meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nagari Pasia Laweh.
“Sejak tiga hari terakhir tamu dari luar daerah sudah datang ke sini dan itu turut mendongkrak UMKM masyarakat kami,” kata Zul Arfin.
Apel Siaga Karhutla 2026 dihadiri pejabat dari Kementerian Kehutanan, Kapolres Bukittinggi, perwakilan Kodim 0304/Agam, pejabat eselon II dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, unsur kejaksaan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Pewarta : Sari
Editor : Linda Fang






