Breaking News

Home / Sumatera

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:22 WIB

Jumlah Anak Putus Sekolah di Padang Turun, Pemkot Bidik Zero ATS pada 2029

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Padang — Pemerintah Kota Padang mencatat penurunan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) sepanjang 2026. Hingga Mei tahun ini, jumlah ATS tercatat sebanyak 6.615 anak, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan penanganan ATS menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah melalui penguatan program pendidikan hingga tingkat kelurahan.

“Penanganan ATS menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran. Pendidikan harus menjadi prioritas utama,” kata Maigus saat membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Operator ATS di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Kamis, 21/05/2026.

Workshop tersebut diikuti operator ATS dari 104 kelurahan se-Kota Padang. Pemerintah kota menargetkan angka ATS terus menurun hingga mencapai nol kasus pada 2029.

Menurut Maigus, penanganan anak putus sekolah tidak dapat dilakukan hanya oleh Dinas Pendidikan. Ia meminta keterlibatan seluruh unsur pemerintahan mulai dari camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW untuk aktif mendata serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.

Ia juga menekankan peran operator ATS tidak hanya sebatas pendataan administratif, tetapi ikut mendampingi keluarga agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan.

“Pendidikan harus tetap menjadi nomor satu, karena kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan seorang anak. Tugas kita memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah intervensi untuk menekan angka ATS. Upaya tersebut antara lain bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, hingga penyediaan jalur pendidikan formal dan nonformal.

Menurut Yopi, pemerintah membuka ruang pelaporan bagi masyarakat yang menemukan anak tidak sekolah karena kendala ekonomi.

Baca Juga:  Pasir Timah Tak Terjual, Amarah Penambang Meledak: Kantor PT Timah Dibakar

“Kalau ada anak yang ingin sekolah tetapi terkendala biaya, segera laporkan ke lurah. Pemerintah akan hadir mencarikan solusi agar tidak ada lagi anak-anak Kota Padang yang putus sekolah,” kata dia. (TB)

Share :

Baca Juga

Sumatera

Empat Pesan Lebaran dari Mahyeldi Ansharullah

Bukittinggi Sumatera

Sanksi Adat Di Minangkabau: Menjaga Keadilan dan Keseimbangan Sosial

Sumatera

Malam Panjang di Polrestabes Medan, Tim KPK Bawa Koper Usai OTT Sumut

Sumatera

AMKI Sumsel Gandeng DPRD, Perangi Hoaks di Tengah Ledakan Informasi Digital

Sumatera

Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Jalan dan Timpa Rumah

Bukittinggi Sumatera

Donny Warianto Bantah Dipecat Organisasi Advokat, Sebut Bukan Anggota Peradi Otto

Bukittinggi Sumatera

Emas Gelap Sawahlunto: Gurita Tambang Ilegal, Uang Payung, dan Bayang-Bayang Elit Lokal

Agam

Sebelum Bencana Datang, Siswa SD 04 Simaung Belajar Menyelamatkan Diri
error: Konten ini dilindungi hak cipta!