TINOMBALA.COM, Pohuwato — Perjuangan yang diusung Aliansi “Orang Pohuwato Melawan” (OPM) diharapkan tidak hanya berfokus pada persoalan penambang semata. Masyarakat menyampaikan harapan agar wadah ini juga menjadi suara yang kuat bagi kaum tani yang kini terpuruk.
Sudah sekitar tiga tahun, lahan persawahan di Kecamatan Buntulia dan Kecamatan Duhiadaa tidak lagi digarap. Sawah yang dulunya menjadi sumber kehidupan, kini terhenti tanpa aktivitas. Para petani terpaksa berdiam diri, tidak memiliki kegiatan, dan belum menemukan jalan keluar.
Zulkifli, salah satu warga setempat, menyampaikan,”Kami memohon, kiranya Aliansi OPM juga mengangkat persoalan ini. Jangan sampai saudara-saudara kami para petani terabaikan. OPM harus mampu mendatangkan tim ahli, baik dari Kementerian Pertambangan maupun Kementerian Pertanian, untuk melihat langsung kondisi di lapangan.”
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah, DPRD, dan dinas terkait segera melakukan penelitian menyeluruh terhadap kondisi pasokan air dari wilayah hulu. Langkah ini penting agar persawahan yang telah lama terhenti dapat kembali difungsikan dan menafkahi masyarakat setempat.
Kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Pohuwato, masyarakat menyampaikan Pemerintah wajib Melindungi dan menyejahterakan rakyat adalah kewajiban yang diamanatkan oleh undang-undang. Hadirkan keadilan tidak hanya bagi penambang, tetapi juga bagi para petani yang menanam harapan di tanah kelahirannya sendiri.(Juma)





















