Breaking News

Home / Daerah / Gorontalo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:32 WIB

Di Balik PETI Pohuwato, Jejaring Modal, Pola Senyap, Dan Hukum Yang Diuji

Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo

Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo

Tinombala.Com, Gorontalo – Pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato bukanlah aktivitas sporadis yang digerakkan oleh penambang tradisional. Investigasi menunjukkan, PETI berkembang sebagai industri bayangan yang terorganisasi, melibatkan modal besar, jaringan pekerja, serta sistem pengamanan yang rapi.

Aktor Di Balik Layar

Di lapangan, para pekerja tambang sering kali hanya berperan sebagai ujung tombak. Mereka datang dan pergi, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Namun di balik aktivitas itu, terdapat aktor-aktor yang jarang tersentuh hukum.

Pertama adalah pemodal utama, kelompok atau individu dengan kemampuan menyediakan alat berat, logistik, dan biaya operasional. Mereka jarang muncul di lokasi tambang. Nama mereka hampir tak pernah tercatat dalam operasi penertiban, namun aktivitas tambang tidak mungkin berjalan tanpa sokongan modal.

Kedua, pengelola Lapangan

Mereka bertugas mengatur jadwal kerja ekskavator, mengoordinasikan pekerja, serta memastikan jalur distribusi hasil tambang tetap aman. Pengelola lapangan biasanya memiliki relasi kuat dengan masyarakat sekitar dan memahami medan sosial setempat.

Ketiga, Jaringan Pendukung Lokal

Dalam beberapa kasus, terdapat pihak-pihak yang berperan sebagai pemberi informasi dini ketika aparat hendak melakukan razia. Informasi ini membuat aktivitas tambang dapat dihentikan sementara, alat berat disembunyikan, dan pekerja menghilang sebelum petugas tiba.

Dampak Aktivitas Peti Pohuwato Foto Istimewa

Pola Operasi Yang Berulang

PETI di Pohuwato menunjukkan pola yang relatif seragam. Operasi tambang dimulai dari kawasan perbukitan atau hulu sungai. Area ini dipilih karena relatif jauh dari pantauan langsung dan memiliki kandungan emas yang dianggap menjanjikan.

Alat berat didatangkan secara bertahap, sering kali pada malam hari. Ekskavator bekerja intensif dalam periode singkat, menggali dan memindahkan material tanah dalam jumlah besar. Setelah lokasi dinilai rawan atau mulai terpantau aparat, aktivitas dihentikan dan berpindah ke titik lain.

Baca Juga:  Jejak Terakhir PK-THT di Punggung Bulusaraung

Pola buka–tutup lokasi ini membuat penertiban menjadi tidak efektif. Ketika satu lokasi ditutup, lokasi lain sudah siap beroperasi. Jejak kerusakan pun tertinggal, tanpa ada kewajiban reklamasi.

Dalam beberapa temuan lapangan, alat berat tidak selalu dibawa keluar wilayah. Ekskavator disembunyikan di balik hutan, ditutupi terpal, atau ditinggalkan di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan aparat.

Alur Hasil Tambang

Emas hasil PETI tidak dipasarkan secara terbuka. Ia bergerak melalui jalur distribusi tertutup, dari pengumpul lokal menuju pembeli di luar daerah. Transaksi dilakukan secara tunai, tanpa dokumen resmi, sehingga sulit dilacak.

Dalam rantai ini, penambang di lapangan justru menjadi pihak yang menerima keuntungan paling kecil. Margin terbesar berada di tangan pemodal dan pengendali distribusi.

Celah Pengawasan Dan Penegakan Hukum

Maraknya PETI juga menyingkap celah dalam sistem pengawasan. Wilayah tambang yang luas, keterbatasan personel, serta minimnya pengawasan berbasis teknologi membuat aktivitas ilegal mudah bersembunyi.Razia yang bersifat insidental sering kali hanya menyasar pekerja di lapangan, sementara aktor intelektual dan pemodal utama tetap berada di balik layar, relatif aman dari jerat hukum.

Kapolda Gorontalo, Irjen Widodo, sebelumnya menegaskan bahwa pendekatan berbasis pemantauan udara menjadi kunci untuk mengungkap pola PETI. Dari udara, jalur pembuangan material, lokasi kerja aktif, hingga penyembunyian alat berat dapat terdeteksi dengan jelas.

Namun tantangan terbesar tetap berada pada keberanian menembus jejaring kepentingan yang lebih luas. Selama pemodal dan pengendali distribusi tidak tersentuh, PETI akan terus hidup -berganti wajah, berpindah lokasi, dan meninggalkan kerusakan permanen.

Di Pohuwato, PETI bukan sekadar tambang ilegal. Ia adalah sistem, bekerja dalam senyap, dengan dampak yang nyata, lingkungan rusak, bencana berulang, dan masyarakat yang terus berada di garis risiko. (TIM)

Baca Juga:  PWI Peduli Menyasar Warga Miskin Ekstrem Buol

Share :

Baca Juga

Daerah

PWI Buol Hadiri Buka Puasa Polres, Sinergi Pers dan Polri Diperkuat

Buol

Buol Keras, Sapi Dan Kambing Liar Akan Di Musnahkan

Gorontalo

Ketua Pokal Menyudutkan Pekerja Lokal Saat Melamar Kerja di PGP

Bukittinggi Sumatera

Perangi Narkoba, Payakumbuh Gandeng Kampus dan BNN Perkuat SDM

Buol

Apel Perdana Usai Lebaran, Kehadiran ASN Kominfo Buol Dipertanyakan

Daerah

Kadis Dikbud Buol Pimpin Apel Perdana

Gorontalo

Bukan Karyawan, Tapi Dapat Jaminan BPJS dari Perusahaan: Apa yang Dilakukan BJA Group di Pohuwato?

Bukittinggi Sumatera

Sidang Perdana Kasus Ibu Buang Bayi di Ngarai Sianok Digelar di Pengadilan Negeri Bukittinggi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!