Kopi pahit Redaksi
Tinombala.Com// mereka datang jadi pendusta. Datang dengan senyum manis,
lalu menggerogoti isi tanah perut bumi masyarakat seperti rayap lapar.
Kalian kira masyarakat akan diam,
hanya karena di bahu kalian ada lencana?
Kalian pikir masyarakat akan tunduk,
karena kalian pegang jabatan dan segel hukum?
Salah besar.
Ini bukan era Orde Baru,
di mana suara bisa dibungkam dengan seragam dan pistol.
Ini zaman ketika anak kampung pun bisa bicara lantang,
karena akal sehat sudah menyala di mana-mana.
Intelijen bukan lagi milik istana.
Intelektual kami sudah berdiaspora.
Mereka kembali dengan ilmu,
dan kami belajar membaca peta permainan kalian—
yang bersembunyi di balik proyek, izin, dan angka-angka palsu.
Siapa kalian di negeri ini?
Apa hak kalian atas air, batu, EMAS dan hutan kami?
Jangan kira bisa leluasa merampok warisan leluhur kami
dengan payung kekuasaan dan politik murahan.
Kami memang tak punya pangkat,
tak punya medali,
tapi kami punya sesuatu yang lebih berbahaya bagi kalian:
Keberanian dan akal sehat.
Bukan karena jabatanmu kami takut,
jangan ambil emas kami dengan janji sebab perlawanan rakyat adalah murni dibanding kalian yang sok suci tapi bermain di belakang layar !!!















