Breaking News

Home / Catatan Kopi Pahit Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 08:17 WIB

Morowali Kawasan Industri Raksasa atau ‘Negara dalam Negara’?

Tinombala. Com// Sebuah kawasan industri raksasa di Sulawesi Tengah, Morowali Industrial Park (IMIP), telah memicu pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya berkuasa di tanah itu. Isu bandara khusus di Morowali telah menjadi bensin bagi api politik, dengan narasi “Negara dalam Negara” yang beredar luas.

Politisi memanfaatkan isu ini untuk membakar emosi massa, dengan menuduh pemerintah terlalu lembek pada investasi Tiongkok. Namun, apakah teriak-teriak itu menyelesaikan masalah? Fakta menunjukkan bahwa hampir 90% pekerja di IMIP adalah orang Indonesia, dan hanya 10-12% yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Kecemburuan sosial dan perlakuan tidak adil terhadap pekerja lokal adalah akar masalah sebenarnya. Pekerja lokal melihat TKA yang mengerjakan hal yang sama dengan gaji yang lebih tinggi, dan fasilitas yang lebih baik. Ini adalah luka yang sebenarnya, bukan soal ideologi komunis atau ketakutan bandara itu menjadi pangkalan militer.

Kita perlu politisi yang berani mendesak regulasi untuk memastikan keadilan bagi pekerja lokal, bukan hanya jago memanasi suasana dengan isu rasial.

Morowali adalah bagian dari Indonesia, dan Merah Putih harus tetap tegak di sana, bukan hanya benderanya, tapi juga keadilan bagi pekerjanya. (**)

Baca Juga:  “Kalian Salah Tempat Jika Mengira Kami Masih Bisa Ditakut-takuti”

Share :

Baca Juga

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Mereka Datang Dengan Alat Berat, Tanah Dirobek Seperti Tak Akan Pernah Kembali

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Minahasa Menangis Nusantara Ikut Terpukul”

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Kalian Salah Tempat Jika Mengira Kami Masih Bisa Ditakut-takuti”

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Pak Rusman “Cici” dan Laut yang Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Operasi Senyap Bukan Eksekusi !

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Perusahaan Kenyang, Usus Perut Pribumi Meradang

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Operasi Tanpa Target Tapi Pulang Bawa Bekal”