Breaking News

Home / Catatan Kopi Pahit Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 21:02 WIB

Perusahaan Kenyang, Usus Perut Pribumi Meradang

Coretan Kopi Pahit Redaksi

Tinombala.Com// Perusahaan yang awalnya membawa harapan besar bagi masyarakat dengan janji-janji manis tentang kemakmuran melalui perkebunan sawit, kini justru menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat.

Sosialisasinya manis penuh janji dan harapan!

Masyarakat di kecoh dengan janji plasma yang bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak.

Lahan perkebunan Pribumi akhirnya di lepas tak lagi menjadi komoditi penting dan akhirnya dibiarkan terlantar.

Janji plasma yang seharusnya membawa kesejahteraan ternyata tidak pernah terwujud.

Janji Palsu Perusahan

Perusahaan membawa janji besar tentang kemakmuran melalui perkebunan sawit

Banyak pekerja dieksploitasi menjadi kuli di tanah sendiri

Koperasi yang seharusnya membantu pekerja justru menjadi alat untuk menyembunyikan eksploitasi

Tanah” masyarakat berangsur-angsur di cicil, di gusur di ubah menjadi hamparan hijau yang sedap di pandang.

Banyaknya masyarakat merasa dikhianati oleh janji-janji perusahaan yang tidak pernah terwujud.

Proses ganti rugi berjalan mulus sebab tak ada yang berani melawan.

Koorporasi dan koperasi itu kian hari kian berkembang menjadi kaya berdiri kokoh di balik bodohnya para pekerja yang di ekploitasi menjadi kuli di tanah sendiri.

Baca Juga:  Pak Rusman “Cici” dan Laut yang Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Share :

Baca Juga

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Minahasa Menangis Nusantara Ikut Terpukul”

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Pak Rusman “Cici” dan Laut yang Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Operasi Senyap Bukan Eksekusi !

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Morowali Kawasan Industri Raksasa atau ‘Negara dalam Negara’?

Catatan Kopi Pahit Redaksi

Mereka Datang Dengan Alat Berat, Tanah Dirobek Seperti Tak Akan Pernah Kembali

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Operasi Tanpa Target Tapi Pulang Bawa Bekal”

Catatan Kopi Pahit Redaksi

“Kalian Salah Tempat Jika Mengira Kami Masih Bisa Ditakut-takuti”