Breaking News

Home / Daerah / Parimo

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:46 WIB

Buruh Petik Cengkeh Terjatuh Akibat Tangga Patah di Pantai Timur Tada

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.Com, Paringi – Siang itu di Pantai Timur, Desa Tada, Kabupaten Parigi Moutong, langit tampak biasa saja. Tidak dramatis, tidak pula muram. Hanya langit kerja – langit yang sudah akrab dengan keringat para buruh petik cengkeh. Di bawah pohon yang menjulang, seorang buruh menaiki tangga seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada yang menduga bahwa rutinitas sederhana itu akan berubah menjadi kecemasan.

Tangga yang menjadi sahabat kerja, penopang rezeki, sekaligus jembatan antara tubuh manusia dan dahan pohon cengkeh, tiba-tiba patah pada bagian ujungnya. Seketika tubuh buruh itu terhempas jatuh dari ketinggian belasan anak tangga. Dalam hitungan detik, suara patahan, teriakan panik, dan langkah terburu-buru menyatu jadi satu adegan yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Di video yang beredar, tubuhnya tampak gemetar. Ia berusaha berdiri, tapi rasa sakit menahannya. Ia tidak sendirian—rekan-rekan sesama buruh menolong, memapah, mencoba memastikan ia baik-baik saja. Di dunia perkebunan rakyat seperti ini, solidaritas sering menjadi “pertolongan pertama” sebelum tenaga medis datang.

Peristiwa ini pertama kali dibagikan melalui unggahan Facebook oleh Syahdansyaputra Putra, dan dibenarkan oleh warga lain, Ridu J. Hamasi, yang mengonfirmasi kejadian itu memang terjadi pada Selasa siang. Hingga kini, identitas korban belum terungkap, begitu pula kondisi kesehatannya. Namun kecemasan orang-orang yang menyaksikan video itu serasa ikut jatuh bersama tubuh korban.

Di balik kejadian ini, ada cerita yang lebih luas tentang para buruh petik cengkeh – pekerja yang sering tak terlihat dalam percakapan besar tentang pembangunan. Mereka bekerja di ketinggian, dengan risiko yang jarang disorot.

Tangga, yang mungkin terlihat sederhana bagi banyak orang, bagi mereka adalah nyawa pekerjaan. Sekali patah, bukan hanya tubuh yang jatuh, tapi juga ketenangan keluarga yang menggantungkan hidup pada mereka.

Baca Juga:  PLTS Atap dan Perhitungan Ekonomi IMIP

Insiden ini mengingatkan kita bahwa keselamatan kerja bukanlah kemewahan – melainkan kebutuhan dasar. Peralatan yang layak, standar keamanan yang terjaga, serta perhatian serius pada keselamatan buruh adalah hak, bukan sekadar bonus.

Kini publik hanya bisa berharap satu hal: semoga buruh itu tidak mengalami cedera serius, semoga ia segera mendapatkan penanganan yang layak, dan semoga cerita ini tidak berhenti sebagai kabar viral semata – tetapi menjadi pengingat nyata tentang pentingnya melindungi mereka yang berada di garis kerja paling sunyi. (**)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Morowali: Pasar Murah Tak Cukup, Subsidi Angkutan Barang Solusi Kepulauan

Buol

Pemkab Buol Kedepankan Kemanusiaan Dalam Penanganan WNA Filipina Korban Laut

Bukittinggi Sumatera

Safari Ramadan Aia Kaciak, Antara Silaturahmi Dan Serap Aspirasi

Bukittinggi Sumatera

Dandim Agam Berganti, Estafet Kepemimpinan untuk Menjaga Sinergi Daerah

Bukittinggi Sumatera

Tiga Satuan Fungsi Polresta Bukittinggi Turun Langsung, Hari Ke 16 Ramadan Bagikan 200 Paket Takjil

Bukittinggi Sumatera

Lebih dari 60 Karangan Bunga Sambut Pelantikan Pengurus SMSI Kota Bukittinggi

Buol

TPP Bukan Hak Otomatis, Pemkab Buol Tekankan Disiplin ASN

Buol

Tambal Sulam Jalan Negara di Musim Mudik
error: Konten ini dilindungi hak cipta!