Breaking News

Home / Daerah / Morowali

Senin, 26 Januari 2026 - 01:05 WIB

PLTS Atap dan Perhitungan Ekonomi IMIP

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

Tinombala.com, Morowali – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi strategi industri untuk menekan biaya energi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di tengah tekanan transisi energi global. Dengan skema pemakaian mandiri disertai penyaluran surplus ke jaringan kawasan, pemanfaatan energi surya tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis batu bara, tetapi juga mendukung stabilitas sistem kelistrikan serta kinerja lingkungan industri pengolahan.

Dalam skema tersebut, PLTS berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis batu bara. Energi listrik yang dihasilkan terutama dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT DSI.

Penerapan skema pemakaian mandiri dengan penyaluran surplus memungkinkan pemanfaatan energi surya berjalan lebih optimal, sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas sistem kelistrikan di kawasan IMIP.
“Apabila terjadi kelebihan produksi, energi tersebut dapat disalurkan ke jaringan listrik kawasan industri,” tutur Cui Bao Yong.

Dari sisi lingkungan, manfaat PLTS dinilai cukup signifikan. Pengoperasian PLTS PT DSI berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 81 ribu ton per tahun. Khusus untuk proyek berkapasitas 18 MW, diperkirakan mampu menekan emisi karbon sekitar 14.250–17.500 ton per tahun.

Selain itu, pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi batu bara hingga puluhan ribu ton per tahun, sekaligus menekan emisi nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO₂). Dari sisi ekonomi, dibandingkan pembangkit listrik berbasis batu bara, PLTS juga berpotensi menghemat biaya bahan bakar sekitar Rp5,18 juta hingga Rp6,48 juta per tahun.

Pengembangan PLTS Atap ini sejalan dengan strategi energi PT DSI yang menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, pengendalian biaya energi, serta penurunan emisi karbon. Inisiatif tersebut turut mendukung peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan, yang kini menjadi salah satu indikator penting daya saing industri di tingkat global.

Baca Juga:  PWI Peduli Menyasar Warga Miskin Ekstrem Buol

Ke depan, pengembangan PLTS di kawasan IMIP diharapkan dapat terus ditingkatkan seiring bertambahnya kapasitas terpasang dan kemajuan teknologi penyimpanan energi. Dengan porsi energi terbarukan yang semakin besar, struktur sistem kelistrikan kawasan industri ini diharapkan berangsur beralih menuju sistem energi rendah karbon.

Melalui pengembangan PLTS, IMIP Cui Bao Yong menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060, sekaligus menunjukkan bahwa transisi energi dapat dijalankan secara realistis di kawasan industri pengolahan nasional.

“Kami, PT DSI dan IMIP, memandang energi terbarukan sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat berlapis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” Ungkapnya. (YN)

Share :

Baca Juga

Buol

RSUD Buol Siap Sedia! Banyak Pasien Masuk Akibat Konsumsi Sirup Makanan Berlemak Berlebihan

Buol

Pemkab Buol Matangkan Penertiban Ternak Lewat Rapat Koordinasi

Morowali

Balap Manol Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Angkat Martabat Petani Lewat Adu Cepat Motor Gabah

Buol

Satpol PP Buol Pantau Satlinmas Kampung Bugis, Tertibkan Ternak di Pintu Kota

Daerah

Proyek Pengaman Pantai Galumpang Rp1,8 Miliar Baru Rampung, Kerusakan Dini Picu Dugaan Mutu Buruk

Buol

Kilo 16 Memanas, Nama Oknum ASN Muncul di Tengah Dugaan PETI

Bukittinggi Sumatera

Tiga Satuan Fungsi Polresta Bukittinggi Turun Langsung, Hari Ke 16 Ramadan Bagikan 200 Paket Takjil

Daerah

Buruh Petik Cengkeh Terjatuh Akibat Tangga Patah di Pantai Timur Tada
error: Konten ini dilindungi hak cipta!