Tinombala.com, Luwu Sulsel – Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya yang berlangsung sejak Januari 2026 memicu keresahan luas. Pemblokade Jalan Trans Sulawesi pada soreh kemarin hingga kini di sejumlah titik strategis dinilai telah mengganggu kepentingan publik dan melampaui batas penyampaian aspirasi.
Pemblokade total terjadi di Jembatan Baliase, Kabupaten Luwu Utara, serta wilayah Kota Palopo. Massa aksi menebang pohon dan membakar ban, membuat kendaraan pribadi, angkutan umum, Ambulance Kolonodale membawa rujukan kerumah sakit Makassar dimintaboutar balik, hingga armada logistik tak dapat melintas selama berhari-hari.

Ratusan kendaraan Tidak bisa melintas disebabkan Blokade jalan Nasional
Dampaknya meluas hingga ke luar Sulawesi Selatan. Akses jalan nasional penghubung Morowali–Poso di Sulawesi Tengah melalui jalur Trans Sulawesi ikut terganggu. Sebanyak 12 mobil tangki pengangkut BBM dilaporkan tertahan menuju Luwu Timur, memicu kekhawatiran kelangkaan bahan bakar dan terganggunya distribusi kebutuhan pokok.
Kelumpuhan jalur utama ini memukul aktivitas ekonomi masyarakat. Transportasi antarkota dan lintas provinsi terhenti, pasar tradisional sepi, dan pelaku usaha kecil kehilangan pendapatan harian akibat terputusnya arus barang dan penumpang.
Di tengah kerugian ekonomi yang kian meluas, desakan publik menguat. Netizen dan pelaku usaha meminta pemerintah bersama TNI dan Polri mengambil langkah tegas, termasuk membubarkan aksi yang memblokade jalan nasional, serta membuka ruang dialog agar aspirasi politik tidak dibayar dengan lumpuhnya perekonomian rakyat. (Brn)















