Breaking News

Home / Cerpen Novel

Kamis, 16 April 2026 - 00:19 WIB

Aroma Kebohongan Cerbung bagian Satu

Foto Istimewa Ilustrasi

Foto Istimewa Ilustrasi

TINOMBALA.COM – Aku mencium sesuatu yang aneh sejak beberapa h

ari terakhir.
Bukan sekadar bau, ini seperti campuran antara wangi bunga yang terlalu dipaksakan dan sesuatu yang… busuk.

“Aroma kebohongan,” gumamku pelan.

Semuanya bermula dari Renata.

Perempuan itu selalu tampak tenang di luar, lembut dalam bicara, dan seperti tak pernah punya masalah. Tapi justru itu yang membuatku curiga. Tidak ada manusia yang sesempurna itu tanpa menyembunyikan sesuatu.

Belakangan, orang-orang mulai berbisik.
Katanya, Renata punya “ilmu”.
Katanya, ada aura mistik yang mengikutinya.
Katanya lagi… dia bisa memikat siapa saja yang dia mau.

Aku tidak langsung percaya. Tapi aku juga tidak bisa menolak firasatku.

Sampai akhirnya… semuanya menjadi jelas.

Malam itu, tanpa sengaja aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya kulihat.
Di sebuah sudut yang gelap, jauh dari keramaian, aku melihat Renata.

Baca Juga:  Ancaman di Balik Batas 30 Persen

Dia tidak sendiri.

Tangannya menggenggam erat tangan seorang pria.
Tatapan mereka… bukan tatapan biasa.

Aku mengenali pria itu.
Darahku langsung berdesir panas.

Itu… suami kawanku sendiri.

Dadaku sesak.
Bukan hanya karena pengkhianatan itu, tapi karena aku sadar, …semua bisikan selama ini ternyata bukan sekadar cerita kosong.

Renata menoleh seolah merasakan kehadiranku.
Mata kami bertemu.

Dan saat itulah… aku mencium lagi aroma itu.
Lebih kuat.
Lebih menusuk.

Aroma kebohongan… bercampur sesuatu yang tak kasat mata.

Dia tersenyum.
Senyum yang tidak wajar.

Seolah berkata:
“Aku tahu kamu melihatnya… tapi kamu tidak akan bisa membuktikan apa-apa.”

Aku menggigil.

Karena sejak saat itu, aku tahu..ini bukan sekadar perselingkuhan biasa.
Ada sesuatu yang lebih gelap… yang sedang bermain di balik semua ini.

Penulis Linda Fang

Share :

Baca Juga

Cerpen Novel

Aroma Kebohongan Cerbung, bagian Dua

Cerpen Novel

Di sebuah Kampung yang Dulu Penuh Tawa dan Rasa Kekeluargaan, kini Tersisa Sunyi Menggantung di Antara Dinding Kenangan

Cerpen Novel

Selingkuh Itu Indah, Sampai Semua Hancur