Breaking News

Home / Palu / Sulteng

Senin, 11 Mei 2026 - 10:22 WIB

Pria 22 Tahun Ditemukan Tewas di Pemecah Ombak Silae, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Palu Sulawesi Tengah— Seorang pria muda ditemukan meninggal dunia di area batu pemecah ombak di belakang sebuah hotel di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sabtu sore, 9 Mei 2026. Korban diketahui bernama Ari Adiansyah, 22 tahun, warga Jalan Malonda Lorong Buol, Kelurahan Silae.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.10 Wita dalam posisi telungkup di atas batu pemecah ombak. Saat ditemukan, kondisi pakaian korban tidak lengkap.

Kapolsek Palu Barat, Iptu Irfan Muzakar, mengatakan penemuan itu bermula ketika seorang karyawan hotel memeriksa kondisi cuaca di area terbuka hotel untuk persiapan kegiatan makan malam.

“Saksi melihat korban dalam posisi telungkup di atas batu pemecah ombak. Kondisi pakaian terbuka hingga leher dan celana turun sampai lutut,” kata Irfan kepada wartawan.

Dua karyawan hotel yang menjadi saksi dalam peristiwa itu masing-masing I Wayan Candra Jericho, 17 tahun, dan Ahmad Rivaldi, 27 tahun. Setelah melihat kondisi korban, keduanya segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Rahmawati M. Nur Dinilai Kembalikan Marwah PKB Sulteng

Personel Polsek Palu Barat bersama Tim Inafis Polresta Palu kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga berupaya menghubungi keluarga korban setelah identitasnya diketahui.

Sekitar pukul 16.05 Wita, seorang warga yang mengenali korban memberi kabar kepada pihak keluarga. Ayah korban, Risman, 53 tahun, mengatakan anaknya keluar rumah sekitar pukul 12.40 Wita tanpa memberitahukan tujuan kepergiannya.

Hingga Sabtu malam, penyebab pasti kematian Ari belum diketahui. Polisi belum dapat memastikan apakah terdapat unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Menurut Irfan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban dan telah menandatangani berita acara penolakan autopsi.

“Pihak keluarga menolak autopsi, sehingga penyebab pasti meninggalnya korban belum diketahui,” ujar Irfan.
Usai proses identifikasi di lokasi, jasad korban dievakuasi warga bersama aparat kepolisian ke rumah duka yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan. (FL)

Share :

Baca Juga

Buol

Kapolres Buol Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional

Buol

Bupati Buol Risharyudi Tribowo: Berpesan Pada Staf Khusus Yang Baru Dilantik Jangan Ada Lagi Perkotak-Kotakan Pilkada Sudah Selesai

Morowali

UKW Perdana di Morowali Utara, Bupati Delis Kami Tidak Anti Kritik

Buol

Hari Bhakti PU Ke 80, Membangun Infrastruktur Berkeadilan Untuk Rakyat Sejahtera

Buol

Kecamatan Tiloan Dihantam Banjir Wilayah Kalaka Terisolir

Palu

Bunda PAUD Buol Hadiri Koordinasi Penanganan Anak Tak Sekolah di Palu

Buol

Gaji PPPK Tahap Satu Kabupaten Buol Akan Di Bayarkan Setelah Proses Administrasi Rampung

Sulteng

IMIP Normalisasi Sungai Lamorafu Sepanjang 500 Meter