Breaking News

Home / Sulteng / Tolitoli

Senin, 8 Juni 2026 - 13:49 WIB

Di Balik Proyek Rp7,5 Miliar di Donggala, Ada Ancaman yang Selama Ini Mengintai Pengguna Jalan

Foto Istimewa Aco Amir

Foto Istimewa Aco Amir

Bertahun-tahun menjadi titik rawan bencana, kawasan ini akhirnya mendapat penanganan khusus. Pemerintah membangun struktur penahan longsor untuk melindungi salah satu jalur transportasi terpenting di Sulawesi Tengah.

TINOMBALA.COM, Tolitoli Sulawesi Tengah – Upaya mengamankan jalur strategis Trans Sulawesi dari ancaman longsor terus dilakukan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 tengah menggenjot pembangunan dinding penahan longsor pada ruas Tonggolobibi – Ogoanas – Ogotua – Malala, salah satu koridor penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di pesisir barat Sulawesi Tengah.

Pantauan di lokasi Senin, 08/06)2026 menunjukkan pekerjaan penanganan longsoran di kawasan Desa Bou, Kabupaten Donggala, telah memasuki tahap konstruksi utama. Proyek yang dikerjakan oleh CV Kita Pura Membangun itu dilaporkan telah mencapai progres sekitar 45 persen.

Paket pekerjaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp7,5 miliar. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 210 hari kalender sejak kontrak efektif berjalan pada Februari 2026.

PPK 1.4 PJN Sulawesi Tengah, Agus Tatang ST, mengatakan pekerjaan di lapangan berlangsung sesuai rencana dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurut dia, pembangunan penahan longsor menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga keandalan infrastruktur jalan nasional yang kerap menghadapi ancaman bencana alam.

“Pekerjaan berjalan lancar dan terus mengalami kemajuan. Penanganan ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan lalu lintas akibat longsor yang sering terjadi pada kawasan dengan kondisi geografis yang rawan,” ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum, kata Agus, terus melakukan berbagai upaya mitigasi melalui pembangunan infrastruktur pengaman lereng. Metode yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik tanah, kondisi topografi, dan tingkat kerawanan di masing-masing lokasi.

Baca Juga:  Antrean Mengular di Samsat Trosobo, Dugaan “Jalur Kilat” Memantik Sorotan

Dinding penahan tanah yang dibangun berfungsi menahan tekanan tanah dari sisi lereng serta mencegah pergerakan massa tanah yang berpotensi menggerus badan jalan. Infrastruktur tersebut menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas jalur Trans Sulawesi yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas barang dan penumpang antarwilayah.

Selain memperkuat konstruksi jalan, proyek ini diharapkan dapat mengurangi risiko putusnya akses transportasi ketika musim hujan tiba. Gangguan akibat longsor selama ini kerap menyebabkan kemacetan hingga menghambat distribusi logistik di wilayah pesisir barat Sulawesi Tengah.

BPJN Sulawesi Tengah juga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar lokasi proyek karena aktivitas konstruksi masih berlangsung.

“Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang selama pekerjaan berlangsung,” kata Agus.

Dengan progres yang terus bertambah, pemerintah menargetkan pembangunan penahan longsor tersebut dapat selesai sesuai jadwal sehingga memberikan perlindungan jangka panjang bagi ruas jalan nasional yang menjadi salah satu jalur vital di Sulawesi Tengah. (Aco/Red)

Share :

Baca Juga

Buol

Rekrutmen Aparat Desa Lokodidi Dilanda Kecurangan, Diduga Cacat Hukum Dan Nepotisme Mengintai

Buol

Wakil Ketua Komisi I DPRD Buol Kehilangan, Kades Rantemaranu Berpulang Kerahmatullah

Buol

Buol Juara Pengelolaan Anggaran

Buol

Masuk Saat Libur Nasional, Lemburnya Ke Mana? Keluhan Pekerja Indomaret Mengemuka di Buol

Buol

“DIBUNGKAM! Ruang Guru SMP 5 Momunu Satap Ambruk, Dinas Pendidikan Buol TUTUP MULUT”

Tolitoli

Ruas Jalan Sintuwu- Karunia 4,80Km Sudah Mulus, Putaran Ekonomi Warga Semakin Lancar

Buol

Pokir Anggota DPR RI 7,2 M DAK 2024 Diduga Berbau Korupsi Pada Dinas Pertanian Buol

Buol

Catatan LHP BPK Pilkada 2024: Ketua KPU Buol Pilih Bungkam