TINOMBALA.COM,Palu Sulawesi Tengah — Gemerlap malam penutupan Pemilihan Randa Ante Kabilasa Kota Palu 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Sabtu (20/6), tak sekadar menjadi ajang penobatan duta budaya dan pariwisata. Di balik panggung megah itu, tersimpan misi besar menyiapkan generasi muda sebagai wajah Kota Palu di tengah derasnya arus globalisasi.
Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu, Mohammad Ridwan Karim, secara resmi menutup kegiatan yang diikuti 14 finalis terbaik dari berbagai kecamatan. Mereka merupakan hasil seleksi panjang yang digelar Yayasan Dey Ante Yojo Pageant bersama Dinas Pariwisata Kota Palu.
Ridwan menegaskan, Pemilihan Randa Ante Kabilasa bukan sekadar kompetisi penampilan. Ajang ini menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda Kota Palu.
Menurutnya, para finalis memiliki potensi besar menjadi agen promosi daerah sekaligus pelestari budaya. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, generasi muda dituntut tetap menjaga jati diri serta aktif memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata Kota Palu.
“Kota Palu membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi wajah positif daerah dan mempromosikan berbagai potensi wisata, budaya, sejarah, serta ekonomi kreatif yang dimiliki,” ujarnya.
Kepada para pemenang, Ridwan berpesan agar gelar yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga amanah untuk terus berkarya, menginspirasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. Ia berharap Pemilihan Randa Ante Kabilasa terus berkembang menjadi agenda strategis dalam mendukung promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Palu. (Hb)
Editor : Linda Fang



















