Breaking News

Home / Parimo / Sulteng

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Hutan Suli Indah Dikuliti, Ekskavator Masuk ke Hulu Balinggi: Emas Siapa, Luka Siapa?

Foto Istimewa-Tinombala.com

Foto Istimewa-Tinombala.com

TINOMBALA.COM, Parigi Moutong Sulteng — Pegunungan Desa Suli Indah tak lagi hanya menyimpan cerita tentang hutan, air, dan tanah yang dijaga turun-temurun. Di sejumlah titik, tubuhnya kini terbuka. Tanah dikeruk, batu berserakan, alur galian membelah lereng, sementara air sungai berubah keruh membawa lumpur dari kawasan hulu.

Di tengah bentang alam itu, jejak ekskavator menjadi tanda yang sulit diabaikan.

Temuan tersebut diperoleh Aliansi Masyarakat Adat Balinggi Rabu, 19 Agustus 2026 ketika menyisir kawasan hulu Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersama LSM Sangulara Sulawesi Tengah. Mereka menemukan sejumlah titik yang diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan.

Penemuan dilokasi berupa bekas pengerukan dan jejak alat berat memunculkan dugaan adanya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Namun satu hal tampak jelas dari dokumentasi lapangan, ada perubahan pada bentang alam di kawasan hulu hutan kawasan Desa Suli 

Pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang mengeruk tanah. Bagaimana alat berat bisa masuk sejauh itu ke kawasan pegunungan? Siapa yang mengoperasikannya? Siapa yang membiayai? Dan apakah aktivitas tersebut memiliki izin?

Menurut masyarakat setempat Hutan disa suli semestinya menjadi penyangga kehidupan. Ketika hulu dibuka tanpa kendali, masyarakat di hilir yang berpotensi menerima akibatnya,” Jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap lingkungan dan pertambangan perlu menjawab temuan tersebut dengan pemeriksaan terbuka. Status kawasan harus diperiksa. Legalitas aktivitas harus dibuktikan. Pemilik alat berat harus ditelusuri. Dan jika ditemukan pelanggaran, siapa pun yang berada di baliknya semestinya dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Sebab ketika emas sudah diangkut meninggalkan gunung, yang tertinggal bukan hanya lubang. Hutan yang rusak, sungai yang berubah, dan masyarakat yang harus menanggung ongkosnya.

Baca Juga:  Banyak Masalah Mengadang Jakarta, Mengapa Pramono Justru Mengajak Warga Tetap Optimistis?

Hutan Suli Indah bukan sekadar hamparan tanah. Ia adalah hulu. Dan dari hululah nasib kehidupan di bawahnya ditentukan.

Penelusuran lapangan terkait dugaan PETI di Pegunungan Suli Indah masih berlangsung. Informasi mengenai titik kerusakan, aktivitas alat berat, serta pihak pemodal yang diduga terkait dalam aktivitas Peti. (TIM)

Share :

Baca Juga

Buol

Perkelahian Berdarah di Buol, Seorang Warga Tewas Ditusuk

Daerah

Dari Penganiayaan ke Sabu dan Angka Puluhan Juta

Daerah

Banjir Mengambang Di Palu, Flyover Pantoloan Terendam

Morowali

Polres Morowali Dukung Program Ketahanan Pangan, Lakukan Tatap Muka dengan BPS dan Bhabinkamtibmas

Buol

Mbil Dinas Pemkab Buol Terjun Jurang, Sopir & Ajudan Selamat

Buol

IUP Ada di Satu Titik, Aktivitas Pengambilan Batu Terlihat di Tempat Lain

Sulteng

IMIP Bentuk 10 Bank Sampah Di Kecamatan Bahodopi

Buol

Tiga Hari Tanpa Arah di Laut Perbatasan
error: Konten ini dilindungi hak cipta!