Breaking News

Home / Buol / Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:36 WIB

Tiga Hari Tanpa Arah di Laut Perbatasan

Lima belas warga Sabah, delapan di antaranya anak-anak, ditemukan nelayan Buol setelah hampir tiga hari hanyut di Perairan Sulawesi.

Lima belas warga Sabah, delapan di antaranya anak-anak, ditemukan nelayan Buol setelah hampir tiga hari hanyut di Perairan Sulawesi.

Tinombala.com, Buol – Lima belas warga asal Sabah, Malaysia, terombang-ambing di laut lepas Perairan Sulawesi selama hampir tiga hari. Mereka ditemukan sekitar 72 mil laut dari daratan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Kamis pagi, 22 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WITA.

Rombongan itu terdiri atas delapan anak-anak dan tujuh orang dewasa. Mereka pertama kali ditemukan oleh Muhamad Risman, nelayan asal Kabupaten Buol. Saat itu, kelima belas warga Sabah tersebut hanyut tanpa arah di laut lepas, menumpang perahu kecil jenis sepid, dalam kondisi kelelahan dan dehidrasi. “Mereka minta tolong. Sudah sangat lemah,” kata Risman.

Risman lalu membawa seluruh korban ke daratan. Setibanya di pesisir, tim gabungan TNI AL, Polairud, BPBD, dan Dinas Sosial segera mengevakuasi mereka ke RSUD Mokoyurli Buol untuk mendapatkan penanganan medis.

Belasan Dirawat di IGD

Pihak tim gabungan mencatat, 13 dari 15 warga Sabah kini menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Kamis malam sekitar pukul 21.00 WITA. Dua orang lainnya dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak memerlukan rawat inap.

Baca Juga:  Apel Pagi di RSUD Mokoyurli, Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Pedoman Kode Etik

Berikut daftar warga Sabah Malaysia yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Mikoyurli Buol 

Bandir (L), Busadita (P), Nadisa (P), Dedea (P), Along (L), Lisa (P), Epan (L), Naurah (P), Laurah (P), Sunsang (L), Saulina (P), Nufaida (P), Aidah (P), Mira (P), dan Adima (P).

Dari Filipina, Terhantam Cuaca Buruk

Keterangan sementara diperoleh media ini Kamis malam 22/01/2026, dari salah seorang korban yang mendampingi anaknya di ruang perawatan. Ia menyebutkan, mereka berlayar dari Filipina untuk menghadiri pemakaman anggota keluarga. Dalam perjalanan pulang menuju Sabah, Malaysia, perahu yang mereka tumpangi dihantam cuaca buruk dan angin kencang.

Mesin perahu tak mampu melawan arus dua orang melompat di perairan Malaysia Mereka kemudian melepaskan mesin dari perahu terseret hingga ke laut lepas Perairan Sulawesi, jauh dari jalur pelayaran semula, ” Tuturnya .

Hingga kini, aparat tim gabungan masih menghimpun keterangan lanjutan. Sebagian korban belum dapat dimintai keterangan mendalam karena diduga mengalami trauma fisik dan psikologis setelah berhari-hari terpapar cuaca ekstrem di laut lepas. (Reiyna/Red)

Share :

Baca Juga

Buol

Habis Gelap ” Kembali Terang ” PGRI Kabupaten Buol Menemukan Nakoda Baru

Buol

BPK Beri Catatan Keuangan Pilkada 2024, KPU Buol Pilih Bungkam Meski Dijamin UU Keterbukaan Informasi

Buol

Gelar Program Jum’at Keliling, Kapolsek Paleleh Bertemu Warga Dopalak

Buol

Wakil Bupati Buol, Lantik Kepala Desa Delapan BPD

Buol

Rahasia Dibalik Tutupnya Rapat APBD 2026 di Buol: Wartawan Dilarang Meliput

Buol

Setelah Viral Di Media Sosial, Bupati Risharyudi Triwibowo Menelan Ludah Kembali Dan Minta Maaf

Buol

“LOKODIDI BERSYUKUR! Jalan Rusak dan Pelabuhan Akan Dibangun, Kades Ridwan: Terima Kasih Pak Bupati!”

Buol

Kapolres Buol Hadiri Penetapan Bupati Terpilih, Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas