TINOMBALA.COM, Surabaya — Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Prof. Dr. R. Narendra Jatna meminta jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak terjebak pada rutinitas administratif. Kerja kejaksaan, menurut dia, harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Narendra saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai Kejati Jatim di Aula Sasana Adhyaksa, Kamis, 10 September 2026, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur.
“Kita harus melihat lebih jauh, apa yang kita berikan dan apa kontribusinya,” ujar Narendra.
Ia mengatakan ketahanan pangan, ketahanan energi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat harus menjadi perhatian. Setiap bidang di lingkungan kejaksaan diminta memahami ruang kontribusinya sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Bagi Narendra, pekerjaan yang hanya berakhir pada pemenuhan kewajiban administratif tidak cukup. Kinerja kelembagaan harus diarahkan pada agenda pembangunan nasional dan kebutuhan nyata masyarakat.
Ia juga meminta jajaran Kejati Jatim memperkuat soliditas, profesionalitas, serta komunikasi lintas bidang. Seluruh personel perlu bergerak dalam satu irama agar target kelembagaan tidak berhenti sebagai capaian formal, tetapi dapat diukur dampaknya.
Di atas semua itu, Narendra menempatkan integritas sebagai fondasi utama. Kepercayaan publik dan marwah kejaksaan, menurut dia, dibentuk dari konsistensi sikap, etika, serta keputusan setiap personel.
Pengarahan tersebut dihadiri Kepala Kejati Jawa Timur Dr. Abdul Qohar AF, Wakajati Luhur Istighfar, jajaran pejabat utama, dan seluruh pegawai Kejati Jatim.
Pesannya jelas, kejaksaan dituntut bekerja bukan sekadar untuk terlihat selesai, melainkan untuk menghadirkan manfaat yang nyata. (**)
Sumber: Kasi Penkum Kejati Jawa Timur
Editor: Juma Usman





















