Palu, Tinombala.com// Penangkapan paksa petani sawit, Adhar Ompo alias Olong, oleh PT. Sinergi Perkebunan Nusantara (SPN) dan aparat kepolisian di Desa Peleru, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, memicu kecaman dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Asosiasi untuk Transformasi Sosial (ANSOS) Sulawesi Tengah
Noval A Saputra dari ANSOS Sulawesi Tengah mengkritik tindakan intimidasi dan represif aparat kepolisian terhadap petani sawit di Morowali Utara. Menurutnya, penangkapan petani tersebut akan memperumit konflik agraria yang belum terselesaikan,” Kata Noval
” Noval menekankan bahwa petani hanya mempertahankan hak atas tanahnya, namun mendapat perlakuan tidak manusiawi, intimidasi, dan kriminalisasi. Ia menyerukan penyelesaian konflik agraria secara saksama dan tidak tergesa-gesa,” Jelasnya
” Pemerintah diminta monitoring Izin perusahan sawit di Morowali dan menghentikan kriminalisasi petani yang mempertahankan hak atas tanahnya,” Ungkap Noval (Red)

















