Buol, Tinombala.Com// Kasus pembunuhan wanita Serla Pangeran, dilokasi Perkebunan sawit PT HIP di Buol pada bulan Januari tahun 2025 kembali viral di media sosial Kabupaten Buol Sulawesi Tengah. Keluarga korban merasa tidak puas dan meragukan kinerja Polres Buol dalam menangani kasus ini.
Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan video seorang ibu bernama Martini, ibu kandung almarhumah Serla Pamgeran. Dalam video yang beredar luas di Facebook, Martini tampak tak kuasa menahan kesedihannya. Ia menyuarakan keluh kesah dan tuntutan keadilan untuk anaknya yang hingga kini belum juga menemukan titik terang dari pihak kepolisian.
“Sudah tiga bulan sejak anak saya meninggal dunia, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Proses hukumnya sangat lambat. Hasil visum tidak jelas, bahkan setelah makam anak saya digali kembali untuk otopsi pun, kami belum mendapat penjelasan resmi,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia mempertanyakan komitmen pihak aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Buol, dalam menuntaskan kasus yang menimpa putrinya.
Martini mengaku setiap hari menanti kabar perkembangan, namun yang ia temukan hanyalah kekecewaan karena proses hukum yang tak kunjung berjalan.
Sebagai seorang ibu, Martini mengungkapkan betapa hancur perasaannya. Ia hanya berharap agar pelaku yang menghilangkan nyawa anaknya bisa segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya.
“Saya cuma ingin keadilan untuk anak saya. Tolong, bantu saya. Suarakan keadilan untuk Serla. Jangan biarkan anak saya meninggal sia-sia,” tutupnya, memohon dukungan dari masyarakat Buol.
Unggahan ini pun menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang kinerja aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Tagar #KeadilanUntukSerla mulai bermunculan sebagai bentuk solidaritas warga terhadap perjuangan Martini.
Sampai dengan beredarnya berita Viral ini belum ada jawaban dari Aparat Penegak Hukum Polres Buol. ***

















