Tinombala.com, Pohuwato Gorontalo – Ditengah perdebatan yang mengemuka, suara berbeda datang dari Desa Lomuli. Kepala Desa Lomuli, Abd Kadri Yunus, menyatakan dukungannya terhadap keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayahnya, yakni PT Bio Jaya Abadi (BJA), yang bergerak di bidang produksi pelet, menghasilkan olahan tanaman Jabon dan galiandra, produksinya di exspord ke luar negri.
Abd Kadri Yunus, mengaku bersyukur atas kehadiran perusahaan tersebut. Baginya, dampak yang dirasakan masyarakat lebih konkret daripada sekadar kekhawatiran yang beredar. Perusahaan itu, kata dia, telah membuka peluang kerja bagi warga lokal, khususnya dari Desa Lomuli dan Popayato Serumpun. “Banyak tenaga kerja yang direkrut dari desa kami,” ujarnya.
Menurut Abd Kadri Yunus, kesempatan kerja itu bukan hanya soal angka, tetapi soal dapur yang tetap mengepul dan anak-anak yang bisa terus bersekolah. Ia menilai, keberadaan industri pengolahan Pelet tersebut telah memberi sumbangsih nyata terhadap perputaran ekonomi desa. Dari buruh produksi hingga tenaga angkut, sebagian besar diisi oleh warga sekitar.
Di tengah dinamika pro dan kontra, pernyataan kepala desa itu menjadi penegas bahwa kehadiran investasi tak selalu dipandang seragam. Bagi sebagian warga Lomuli dan Popayato Serumpun, keberadaan PT BJA bukan sekadar perusahaan, melainkan sumber penghidupan yang kini mereka rasakan langsung manfaatnya.
Pewarta: Nikson Daud
Editor: Juma Usman















