TINOMBALA.COM, Gorontalo —
Senin, 20/04/2026 Isu yang menyebut realisasi pembayaran plasma bergeser ke 2028 memicu keberatan warga. Dalam pertemuan di kediaman koordinator lapangan aksi, Ikbar Salam, Minggu, masyarakat menyatakan informasi tersebut tidak sejalan dengan pemahaman mereka atas hasil rapat sebelumnya di rumah dinas bupati.
Warga merujuk pada pertemuan resmi yang, menurut mereka, menempatkan 2026 sebagai target realisasi. “Sepanjang yang kami pahami dari pembahasan sebelumnya, tuntutan kami tetap 2026,” ujar Ikbar Minggu 19/04/2026 di hadapan peserta pertemuan. Ia menambahkan, pihaknya belum pernah menyetujui skenario pembayaran pada 2028.
Perbedaan tafsir ini, bagi warga, berpotensi menimbulkan kebingungan publik. Karena itu, mereka meminta klarifikasi terbuka dari pemerintah daerah dan perusahaan terkait dasar penetapan jadwal yang beredar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru yang dapat mengonfirmasi perubahan waktu tersebut.
Nada pernyataan warga juga diikuti rencana langkah lanjutan. Ikbar menyebut, apabila tidak ada kejelasan mengenai jadwal realisasi yang disepakati bersama, masyarakat mempertimbangkan kembali aksi penyampaian pendapat di muka umum sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami berharap ada penjelasan yang terang agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Konsolidasi warga disebut terus berjalan. Perwakilan dari sejumlah desa binaan hadir dalam pertemuan itu dan menyatakan komitmen menjaga sikap kolektif sambil menunggu kepastian. Mereka menegaskan akan mengedepankan cara-cara damai serta mengikuti prosedur hukum dalam setiap rencana aksi.
Di ujung pertemuan, warga menyampaikan harapan agar pemerintah dan perusahaan segera memberikan penjelasan resmi yang komprehensif, termasuk rujukan kesepakatan dan tahapan realisasi. Kejelasan dinilai penting untuk mencegah spekulasi serta menjaga situasi tetap kondusif.
Pewarta: Nikson
Editor: Linda Fang

















