Breaking News

Home / Buol / Sulteng

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:33 WIB

APBD Buol 2026 Disorot, DPRD Akui Tekanan Fiskal Memburuk

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Rapat antara DPRD Kabupaten Buol dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka fakta serius terkait kondisi keuangan daerah yang dinilai tengah mengalami tekanan berat. Dalam pembahasan APBD 2026, DPRD secara terbuka menyoroti pengelolaan APBD 2025 yang dianggap tidak terkendali hingga memicu persoalan fiskal berkepanjangan.

Sorotan utama tertuju pada membengkaknya kewajiban kepada pihak ketiga yang disebut mencapai sekitar Rp21 miliar. Nilai tersebut dinilai menjadi indikator lemahnya perencanaan anggaran serta tidak seimbangnya antara pendapatan dan belanja daerah.

Situasi itu kini mulai berdampak langsung terhadap pelayanan dan hak-hak pegawai daerah. Sejumlah pembayaran seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, Tunjangan Hari Raya (THR), Gaji ke-13, hingga tunjangan tenaga kesehatan dilaporkan mengalami keterlambatan.

Dalam forum pembahasan, sejumlah anggota DPRD meminta TAPD tidak lagi menyusun APBD berdasarkan asumsi pendapatan yang terlalu optimistis namun sulit direalisasikan. DPRD menekankan agar APBD 2026 disusun lebih realistis dan menyesuaikan kemampuan riil keuangan daerah.

“Jangan sampai APBD tahun berikutnya kembali terbebani akibat kesalahan pengelolaan anggaran,” demikian salah satu penegasan yang mengemuka dalam rapat tersebut.

DPRD juga meminta pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian kewajiban yang masih tertunda sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap APBD Perubahan. Kewajiban itu mencakup pembayaran TPP ASN, Gaji ke-13, tunjangan tenaga kesehatan, hingga penyelesaian hutang kepada pihak ketiga.

Namun, di tengah kritik keras terhadap pengelolaan anggaran eksekutif, perhatian publik juga mulai tertuju pada internal legislatif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun 2026 yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp15 miliar.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang tertekan, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan evaluasi atau penyesuaian terhadap anggaran Pokir tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Sambut Presiden DMDI di Bandara Mutiara SIS Aljufri

Sejumlah kalangan menilai langkah penghematan seharusnya dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh belanja yang dianggap belum prioritas. Transparansi dan keterbukaan penggunaan anggaran dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik di tengah situasi keuangan daerah yang sedang sulit.

Apalagi, ketika hak ASN, tenaga kesehatan, serta kewajiban kepada pihak ketiga belum sepenuhnya terselesaikan, keberadaan pos anggaran bernilai besar berpotensi memunculkan persepsi negatif apabila tidak dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Hingga rapat pembahasan berlangsung, belum ada penjelasan resmi mengenai kemungkinan penyesuaian terhadap anggaran Pokir DPRD maupun langkah konkret pemerintah daerah untuk menutup tekanan fiskal yang terjadi. (*/Mhr)

Share :

Baca Juga

Touna

Lapas Kelas IIB Ampana Gelar Apel dan Senam Bersama Warga Binaan Pemasyarakatan

Touna

Gubernur Anwar Nyanyi, Tojo Una-Una Meriah

Poso

Hutan Adat Tampo Bada Dikepung Ekskavator, Hukum Tidur? Saat Tanah Leluhur Terancam

Buol

Gaji PPPK Tahap Satu Kabupaten Buol Akan Di Bayarkan Setelah Proses Administrasi Rampung

Buol

Buol Kirim Pesan Persaudaraan untuk HUT ke-19 Gorontalo Utara

Morowali

Kapolsek Bungku Selatan Membajak Lahan Percontohan Lokasi Perkebunan Jagung

Palu

” PETI di Sulawesi Tengah: Diduga Sepertinya, Ada Oknum Gakkum Kehutanan Provinsi Sulteng Biarkan Aktivitas Ilegal “

Sulteng

Jembatan Sipi-Jono Selesai Dikerjakan, Konstruksi Pasangan Batu Oprit Jembatan Berongga
error: Konten ini dilindungi hak cipta!