Donggala, Tinombala.Com// Proyek pembangunan Jembatan Bailey di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, telah selesai dikerjakan oleh CV Maha Karya Putra Mandiri dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Jembatan ini memiliki panjang bentangan lebih dari seratus meter dan menjadi akses vital bagi warga sekitar, terutama dalam meningkatkan perekonomian dengan menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Sirenja.
Meskipun begitu jembatan yang di berinama Sipi-Jono terletak di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, belum lama selesai di kerjakan menunjukkan tanda-tanda kerusakan pada struktur pasangan batu di bagian bawah oprit jembatan yang mulai berongga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas pekerjaan dan keselamatan jembatan tersebut.

Menurut Sahril warga Kecamatan Sirenja pada media ini Jum’at 8 Agustus 2025. Terdapat Struktur pasangan batu di bagian bawah oprit jembatan mulai berongga, sehingga dapat berdampak pada kualitas pekerjaan dan keselamatan jembatan. Pada bagian atas oprit jembatan belum dilakukan pengaspalan dan hanya berupa hamparan timbunan material batu sirtu, sehingga rentan tergerus oleh banjir.
Potensi Bahaya
Bilamana tidak ditangani dengan baik, oprit jembatan dapat ambruk akan tidak bertahan lama dan jika tidak segera diperbaiki, kerusakan pada jembatan dapat menjadi lebih parah dan memerlukan biaya perbaikan yang lebih besar.
Kurang ketatnya pengawasan proyek pembangunan Jembatan Sipi-Jono di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kualitas struktur pasangan oprit diragukan dan di duga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, ” Ungkap Syahril. (TIM)

















