Program GEMAR yang hanya ada di Buol Sulawesi Tengah ini lahir dari kegelisahan sederhana, banyak ayah merasa tugasnya selesai setelah memberi nafkah. Padahal, anak membutuhkan lebih dari itu.
TINOMBALA.COM, Buol Sulteng – Pemerintah Kabupaten Buol Bupati H Risharyudi Triwibowo Bersama Wakil Bupati Moh Nasir Daimaroto meluncurkan sebuah program yang mungkin terdengar sederhana, namun diyakini mampu membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namanya Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).
Program yang disebut sebagai satu-satunya di Sulawesi Tengah itu mengajak para ayah hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Di balik gerakan tersebut tersimpan sebuah pesan kuat, yaitu masa depan anak tidak cukup dibangun hanya dengan biaya pendidikan, tetapi juga dengan kehadiran seorang ayah.
Ditemui di ruang kerjanya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol, Muhamad A. Singara, S.Ag., M.Si., mengatakan GEMAR lahir dari kenyataan bahwa banyak ayah selama ini menganggap tugas mereka selesai setelah bekerja dan memberikan nafkah kepada keluarga.
“Banyak ayah merasa cukup dengan mencari uang. Padahal anak membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kebanggaan atas kehadiran ayahnya dalam proses pendidikan,” kata Muhamad A. Singara pada Tinombala.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan sekadar formalitas. Momen itu menjadi simbol kepedulian dan dukungan moral yang dapat memotivasi anak untuk belajar lebih baik.
“Ketika ayah datang ke sekolah, anak merasa dihargai dan diperhatikan. Itu menjadi energi besar bagi mereka untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Program GEMAR juga memberi ruang bagi anak yatim. Jika ayah telah meninggal dunia, pengambilan rapor dapat diwakili oleh wali laki-laki dalam keluarga. Apabila tidak ada, maka ibu diperbolehkan mewakili.
Kadis Pendidikan Buol menilai selama ini tidak sedikit anak yang justru mendapatkan perhatian dan motivasi dari orang lain, sementara sosok ayah berada jauh dari kehidupan pendidikan mereka.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Buol ingin mengubah cara pandang tersebut. Seorang ayah tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga harus hadir dalam perjalanan pendidikan anak.
“Anak adalah cerminan dan kebanggaan orang tua. Jika kita menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan mereka, maka masa depan yang lebih baik bukan lagi sekadar harapan,” katanya.
Melalui GEMAR, Buol ingin mengirim pesan bahwa langkah kecil seorang ayah menuju sekolah bisa menjadi langkah besar bagi masa depan anak-anaknya.(Mdr)
Editor : Linda Fang


















