Breaking News

Home / Nasional

Senin, 23 Februari 2026 - 03:02 WIB

Deru 40 Ekskavator Dihutan Lindung Solok Selatan: Nama Khairunas Disebut Dalam Pusaran Dugaan Aktivitas PETI

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Solok Selatan Sumatera Barat – Senin, 23/02/2026 Informasi dihimpun media ini dari sumber terpercaya deru mesin terdengar lebih nyaring dari suara burung hutan, kini kawasan yang secara hukum berstatus hutan lindung itu, diduga puluhan ekskavator disebut bekerja tanpa jeda. Tanah dikupas, tebing runtuh, sungai berubah keruh kecokelatan. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berlangsung terbuka, seolah tak tersentuh.

Sejumlah sumber terpercaya di lapangan menyebut sedikitnya 40 hingga 60 unit alat berat beroperasi di beberapa titik dan solar subsidi diduga menjadi bahan bakar utama. Tak terlihat garis polisi, tak ada papan penyegelan. “Aman, sudah koordinasi,” ujar seorang narasumber terpercaya Kalimat itu berulang di lokasi tambang, menjadi semacam sandi bahwa operasi berjalan tanpa hambatan.

Ketua LMRRI Komisariat Wilayah Sumbar, Sutan Hendy menjelaskan pada media ini Aktivitas Pertambangan emas tanpa izin PETI di Solok Selatan diduga ada keterlibatan elite Pemerinta Daerah. Nama Khairunas, Bupati Solok Selatan, disebut dalam sejumlah laporan warga dan aktivis. Ia bersama keluarga dan ponakan diduga memiliki atau mengendalikan sekitar 40 unit ekskavator yang beroperasi di kawasan tersebut, selain itu ada Inisial RM diduga mengendalikan 60 Unit alat berat Excavator di pekerjakan dilokasi PETI ” Kata Sutan Hendy

Dugaan itu disampaikan oleh Sultan Hendy, yang mengaku telah menyampaikan informasi itu kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Minggu kemarin yang sedang berkunjung di Makassar,” Terimakasih atas informasinya jawab satgas pada Hendy Lewat akun WhatsApp pribadinya, ” Ucap Hendy.

Dia juga mempertanyakan konsistensi penindakan. Bahkan ia menilai operasi Satgas PKH terkesan selektif. Sejumlah nama oknum anggota DPRD daerah Solok Selatan diduga ikut terlibat aktivitas PETI dan dalam laporannya. “Kalau memang mau bersih-bersih, jangan tebang pilih,” ujarnya.

Baca Juga:  23 Sekolah di Jakarta Pusat Rampung Dinilai, Siap Masuk Adiwiyata Kota

Di sisi lain, aparat penegak hukum setempat sebelumnya menyatakan komitmen memberantas tambang ilegal. Namun fakta di lapangan jika merujuk pada kesaksian warga dan dokumentasi yang beredar menunjukkan aktivitas masih berlangsung. Kerusakan hutan disebut meluas hingga ratusan hektare, meski angka pastinya belum terverifikasi secara independen, ” Ungkap Hendy Minggu, 22/02/2026

Hingga berita ini terbit , Khairunas Bupati Solok Selatan belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan keterlibatan dirinya dalam aktivitas PETI bersama keluarga, ponakan . Upaya konfirmasi media ini melalui akun Via Wahtsap miliknya 0852-647***** masih contreng satu menunggu jawaban

Pertanyaan publik bagaimana mungkin puluhan alat berat dapat bekerja di kawasan Hutan lindung tanpa terdeteksi? Jika benar terjadi, siapa yang bertanggung jawab? Di tengah gempita janji penertiban, hutan Solok Selatan menunggu kepastian apakah hukum akan hadir, atau sekadar gema yang hilang di antara deru ekskavator. (*Red)

Share :

Baca Juga

Jabodetabek

Air Meluap Di Jantung Ibu Kota

Nasional

Pemkab Buol Beri Perawatan Intensif 15 Warga Filipina yang Terombang-ambing di Laut Sulawesi

Nasional

300 Pengunjung Booth IMIP Dalam Pergelaran Expo-Forum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Nasional

Mentawai Muslim Care Perkuat Ukhuwah, Mengikat Kepedulian di Tengah Masyarakat Majemuk

Nasional

“Dari Satpam ke Advokat, Syamsul Jahidin (33 thn) Gugat UU Polri, Ubah Sejarah!”

Jabodetabek

Pramono Resmikan Puskesmas Baru di Meruya Selatan, Pemprov DKI Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi

Nasional

Trotoar Yang Direbut Lapak, Tanah Abang Kembali Ditertibkan

Jabodetabek

Trotoar Dikepung Parkir Dan PKL Pemkot Jakarta Pusat Turun Tangan
error: Konten ini dilindungi hak cipta!