TINOMBALA.COM, Jabar — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan peringatan kepada sekolah swasta di tengah polemik penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Ia meminta sekolah swasta membuka ruang bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Dedi mengaku tak ingin berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, pemerintah tidak diperbolehkan menambah rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Di sisi lain, sebagian sekolah swasta dinilai belum sepenuhnya menerima skema kerja sama yang ditawarkan pemerintah.
“Jangan sampai gubernur dibikin dilema,” kata Dedi.
Pemprov Jawa Barat berencana memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2,7 juta per siswa pada tahun pertama bagi murid yang bersekolah di sekolah swasta. Langkah itu disiapkan agar siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK.
Menurut Dedi, tanpa dukungan sekolah swasta, ribuan siswa yang gagal masuk sekolah negeri berisiko putus sekolah. Karena itu, ia berharap seluruh pihak mengedepankan kepentingan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Nh)
Editor Linda Fang



















