Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:32 WIB

Mudik Gratis dari Monas: Antara Keselamatan, Kuota, dan Janji Fasilitas di Ibu Kota

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Jakarta — Ribuan warga memadati silang selatan Monumen Nasional, Selasa pagi, 17/03/2026. Di bawah langit yang belum sepenuhnya terik, deretan bus berjajar rapi, siap mengangkut para pemudik menuju kampung halaman. Di titik ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menjalankan program mudik gratis, sebuah agenda tahunan yang kian menjadi andalan warga kelas menengah ke bawah.

Di antara pejabat yang hadir, Pramono Anung secara resmi melepas keberangkatan. Ia didampingi Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun. Momentum pelepasan ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah ingin menegaskan pesan: mudik harus aman, terjangkau, dan sebisa mungkin mengurangi beban jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memaparkan skala program tahun ini. Sebanyak 400 unit bus disiapkan untuk arus mudik, mengangkut 18.813 penumpang. Untuk arus balik, tersedia 344 bus dengan kapasitas 16.199 penumpang. Total, 35.012 orang difasilitasi dalam program ini.

Angka itu menunjukkan dua hal sekaligus: ambisi pemerintah memperluas layanan, dan realitas bahwa kebutuhan mudik jauh melampaui kapasitas yang tersedia.

Tak hanya kuantitas, pemerintah juga menyoroti aspek keselamatan. Seluruh armada telah menjalani inspeksi kelayakan jalan atau ramp check. Para sopir dan kru bus pun diklaim telah melalui pemeriksaan kesehatan. “Kami pastikan seluruh perjalanan memenuhi standar keselamatan,” ujar Syafrin.

Di sisi lain, ada upaya menghadirkan inklusivitas. Tahun ini, enam unit bus disediakan khusus bagi penyandang disabilitas melalui dukungan Baznas Bazis DKI Jakarta. Sebuah tambahan yang menunjukkan bahwa program mudik gratis mulai menyentuh aspek yang selama ini kerap terabaikan.

Namun, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada mereka yang pulang kampung. Bagi warga yang memilih tetap tinggal di Jakarta, Pramono Anung menjanjikan insentif lain: transportasi umum gratis serta diskon belanja hingga 70–80 persen di pusat perbelanjaan. Kebijakan ini tampak sebagai strategi ganda—mengurai kepadatan sekaligus menjaga aktivitas ekonomi di ibu kota tetap bergerak selama libur panjang.

Baca Juga:  Kapolri Lantik Wakapolda Sulsel Jadi Kapolda Sulteng

Di tengah hiruk-pikuk pelepasan, Eric PZ Lumbun menyampaikan pesan sederhana kepada para pemudik. selamat jalan dan semoga selamat sampai tujuan. Sebuah ucapan yang terdengar klise, namun tetap relevan di tengah tingginya risiko perjalanan darat saat musim mudik.

Program mudik gratis, pada akhirnya, bukan sekadar fasilitas transportasi. Ia adalah cerminan bagaimana negara hadir di momen krusial warganya, meski dengan keterbatasan kuota, tantangan logistik, dan ekspektasi publik yang terus meningkat.

Pewarta: Denny
Editor: Linda Fang

Share :

Baca Juga

Nasional

Ribuan Wartawan Ramaikan Jalan Sehat HPN 2026 di Banten

Nasional

Dari Pembinaan Masyarakat ke Intelijen Keamanan: Jejak Pengabdian Kombes Atot Irawan

Nasional

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Marisa Pohuwato Semakin Menjamur Kebal Hukum

Nasional

BAZNAS RI Tetapkan Zakat Fitrah 2025 Rp47 Ribu

Nasional

Menyisir Ulang Data Warga, Jakpus Turunkan 163 Petugas Verifikasi DTSEN

Nasional

Rizki Pimpin Probo, Aklamasi Warnai Musyawarah

Jabodetabek

Air Meluap Di Jantung Ibu Kota

Jabodetabek

Perang Melawan Korupsi: Uang Negara Direbut Kembali
error: Konten ini dilindungi hak cipta!